Chasing Waterfalls

IMG_0706

Kenapa sih ada trip ini? Kira kira jawabannya karna begitu kangennya saya riding dengan #blackehed ( nama motor saya ), juga salah satunya sudah berkurangnya quality time saya berdua Intan hehehe. Alasan yang kedua bisa di bilang kurang tepat sih soalnya setiap weekend juga berdua duaan mulu setelah export Cica ke rumah mama di Jatiwaringin. Sempet ragu mau mantai apa riding yang akhirnya pilihan jatuh ke riding, cuma ya itu kemana? Mengingat secara geografis kita kurang beruntung tinggal di Jakarta yang membutuhkan waktu yang banyak untuk mencapai tempat tempat yang bagus. Kecuali kita memang punya banyak waktu misal 2 malam atau 3 malam. Lah ini cuma mau riding semalem aja expect tempat yang bagus hahaha. Akhirnya saya tetapkan ketempat yang belum pernah kami kunjungi ya kami selalu interest untuk ketempat tempat baru, sesuai dengan motonya engkong Dalai Lama

IMG_0753

Kami tetapkan untuk mengunjungi Ciletuh Geopark, dari hasil saya googling ternyata disitu banyak wisata Curug dan ada juga open trip untuk Ciletuh ini tapi menggunakan kendaraan Landy ( land rover ) dimana 4WD, kesimpulan saya aksesnya pasti susah dan pasti juga banyak offroadnya yang artinya bahwa tempat tersebut susah dicapai which means yaelah apa sih Yuf hehehe, ya itu pasti sepi dan belum banyak orang tahu mengenai keberadaan tempat ini hehe.

Ciletuh

Tidak banyak persiapan untuk blackehed ataupun kami sendiri, cuma ganti oli untuk blackehed motor yang sudah berbulan bulan bertapa di Jatiwaringin. Sempat worry mengingat track akan lite offroad to medium kaki kaki blackehed yang belum sempat di check dari trip terakhir. Kami pun juga persiapan seadanya toh kalau memang kurang ok atau tidak nyaman kami putuskan untuk kembali lagi. Jam 06:00 pagi kami putuskan untuk berangkat di hari Kamis bertepatan dengan perayaaan natal, mengingat long holiday for most of people traffic bakalan parah jadi harus berangkat pagi. Ga juga pagi kali hahaha. Baru berangkat jam 06:30 sedikit molor. Pagi itu Jalur Jatiasih menuju jalan raya bogor cukup lengang tapi tidak begitu dengan jalan raya bogor yang sudah mulai padat walaupun tidak menimbulkan kemacetan. Berhubung kami sudah sempat sarapan di rumah jadi tidak lagi sarapan bubur di sekitaran Bogor yaitu plaza jambu dua yang biasanya saya selalu mampir. Bogor pun sudah padat menjelang Ciawi saya sempatkan untuk mampir di daerah Tajur mengambil ATM mengingat di tujuan nanti boro boro ATM listrik nyala aja sudah bersyukur hehehe.

IMG_0671

Perjalanan di lanjut menuju Ciawi dengan beberapa ruas kemacetan karna seperti biasa jalan raya Ciawi – Sukabumi banyak pasar terutama pasar terbesar yaitu Cicurug. Satu yang saya notice dari berangkat saya memikirkan begitu jauhnya perjalanan ini dan titik titik traffic didepannya, tidak seperti biasanya saya berpikiran seperti itu. Seperti nya faktor usia sudah sangat mempengaruhi hahaha. Kurang lebih jam 09:30 an kami memasuki area Cikidang untuk memotong menuju Pelabuhan Ratu, seperti biasa cornering di Sepanjang rute Cikidang membuat adrenaline naik di temani semilir angin yang cukup sejuk. Layaknya pembalap motor GP blackehed meliuk liuk sepanjang rute ini ( ngimpi, inget umur Yuf ) hahaha. Perut pun meminta diisi kembali niatnya kami brunch di daerah pelabuhan Ratu ternyata Intan lupa ingatan sama tempat yang enak jadi nya kita lanjut ke arah Kiara dua dimana kami sempat berhenti di salah satu bukit yang ada warungnya bisa melihat Pelabuhan Ratu dari jauh. Disini pesan karedok yang buat saya rasanya antah berantah wkwkwkwk.

IMG_0675

Mendekati jam 12:00 kami putuskan untuk jalan kembali, secara KM saya lihat di google map Ciwaru atau Ciletuh sudah dekat sekitar 60 km, tapi ya itu tadi jangan pernah percaya untuk google map untuk daerah antah berantah karna jauh banget dari kenyataan, makanya jangan suka lari dari kenyataaan Yuf *ga jelas. Setelah melewati jalanan yang berliku liku dan beberapa kebun teh beserta bukit bukitnya kami pun berhenti disalah satu warung menjelang pertigaan Kiara dua untuk menyeruput segelas kopi, disamping beberapa area di daerah headlampnya blackehed banyak mengeluarkan suara sepertinya dia sudah lelah untuk seusianya ;p.

IMG_0678

Setelah menghabiskan tetes tetes terakhir dari Kopi yang kami pesan,  kami pun melanjutkan perjalanan yang tidak lama kami memasuki area Kiara dua dengan pertigaan ambil ke kanan menuju Jampang Kulon atau Ujung Genteng. Di beberapa informasi dikatakan tidak jauh dari pertigaan ini akan ada pertigaan lagi yang akan menunjukkan arah Ciemas ya kita mengarah ke kecamatan Ciemas untuk ke Ciletuh ini. Sampai riding 30 menit baru kami menemui pertigaan yang di maksud. Akhirnya kami ambil kanan tapi sedikit kurang yakin karna terlalu kecil di bawah jalan kelas 3 secara ukuran, saya sempatkan lihat gmaps lagi ternyata masih on the right track. Disini riding sekitar 45 menit dengan kecepatan rata rata kami menemukan kembali pertigaan di mana saya mengambil kesalahan besar memilih untuk lurus. Yang akhirnya saya nyasar sekitar 25 km dan end up di Indomaret di Jalan alternative yang sudah mendekati Ujung Genteng. Asyeeeemmmm petugas indomaret menginfokan bahwa mundur lagi pak sekitar 25 km, disini saya sempat luluh lemas apa coba mungkin memang sudah usia juga ( balik lagi ) saya sempat mau mundur saja mengingat destinasi saja belum jelas di mana, ini pun sudah jauh sekail nyasarnya. Setelah menikmati UC1000 *iklan dan beberapa cemilan coklat kami pun mendapatkan kembali semangat yang hilang * kaya judul film aje. Kami revert  kembali ke pertigaan tersebut dan mengikuti arahan beberapa petugas Indomart yang dengan penegasan jalan ke Ciwaru hancur banget pak. Ya udahlah pasrah, nah akhirnya ketemu pertigaan lagi kali ini ga mau gambling lagi harus menggunakan GPS ( ganggu penduduk sekitar ) Ternyata benar di pertigaan ini kita harus belok kiri sebenarnya ada papan petunjuknya kalau kita datang dari arah berlawanan, Cuma penduduk ini bilang sekitar 27 km sampai ke pantai Palangpang, weyeh offroadan 27 km kapan sampenya udah sore gini mau hujan pulak. Mulai rintik rintik disini dan di pintu masuk ini kami menjumpai alfamart, Indomart dan Alfamart ini favorit untuk traveller yang belusukan sampai ke desa desa bisa di bilang jaringannya fantastic walaupun kadang saya merindukan tempat tempat ngopi yang enak di tempat seperti ini seperti bremer atau beer garden *eh. Disini kami berteduh dari rintik rintik hujan yang membesar dan menyempatkan men Jama’ Dhuhur dan Ashar.IMG_0684

IMG_0685

Ok Confirmed kita di Jalan yang benar dan menuju Pantai Palangpang kita harus melewati satu turunan yang later di ketahui turunan panjang banget hahaha sempat gentar mengingat hujan dan kalau full offroad ya wassalam. Dan menjelang turunan ini kita bisa menikmati tempat namanya Panenjoan melihat teluk Ciletuh dari Atas  dan juga Curug Awang yang menurut orang di situ dekat alias tidak Jauh. Benar saja setelah jalan sekitar 10 menit di sebelah kanan ada plang Panenjoan persis di pinggir jalan, kami sempatkan mampir kesini. oh ini toh yang di bilang Amphitheatre geopark Ciletuh. Kita dapat melihat suatu teluk yang di kelilingi bukit dan batu batuan. Andai saja musim panas teluk atau pantainya akan terlihat dengan langit biru di atasnya. Ya itu trip di musim hujan harus siap menerima kondisi apapun termasuk langit flat dan terkena hujan. Ya kita kan anti mainstream hehehe *gaya.

IMG_0862

IMG_0881

IMG_0860

Cukup sebatang rokok disini, langsung cabut mengingat sudah sore di tengah kami melanjutkan perjalanan di sebelah kiri ada papan kecil yang hampir tidak terlihat di katakan Curug Awang. Saya pun langsung membelokkan ke jalan tersebut. Sayangnya langsung di sambut oleh batu batu lepas makadam dan banyak genangan air bekas hujan tadi atau tadi malam. Jalan sepanjang 1,5 km memasuki perkebunan dengan kondisi single track dan offroad saya mulai ragu apakah sejauh ini katanya deket. Kebetulan ada petani yang sedang istirahat, beliau pun mengkonfirmasi sudah deket kok ikutin aja jalan ini, yah si mamang enak banget bilang cakeut cakeut, kumaha waelah motor aink kumaha aink * ga nyambung. Lanjut lagi dan bertanya lagi ke petani yang kami temui udah deket kok dan yah memang sih ketemu juga cuma ga deket keleuesssss hihihi * protes. Setelah melewati beberapa jalan aral melintang ceilehhh akhir nya kami pun menemukan Curug Awang ini yang sempat berjumpa dengan beberapa backpaker yang menggunakan mobil kesini tentunya beserta guide. Saya pun parkir dan langsung menuju Curug Awang ini yang sudah di sediakan jogging treknya.

IMG_0715

 IMG_0879

 IMG_0720

Curug Awang ini keren, modelnya seperti Niagara falls modelnya loh ya bukan besarnya, andaikan musim panas airnya pasti bening dengan langit biru, pecinta slow speed shutter pasti sudah membongkar tripod beserta ND8 nya. Sayang saya sudah capek bawa bawa SLR jadi cukup dari handphone saja atau gopro yang jauh lebih ringkas walaupun tidak bisa maximal.

IMG_0717

IMG_0718

Cukup di sini kami putuskan untuk jalan kembali, yup kami mengejar jangan sampai malam sampai Pantai Palangpangnya mengingat belum tau menginap di mana. Karna jujur untuk revert ke Jakarta sore itu mustahal hahaha. Akhirnya kami menemukan jalan menurun yang di bilang itu dengan kondisi jalan aspal yang sudah hancur kubangan di mana mana beserta naik turun bukit. Saya sendiripun sudah cukup lelah dengan kondisi jalan yang tidak berujung itu dan yang pasti tidak akan nyasar karna ini satu satunya jalan menuju Ciwaru walaupun ada di satu pertigaan kami sempat menanyakan ke salah satu penduduk mana jalan yang benar, menurut beliau jalan ini bermuara ke arah yang sama cuma lebih bagus yang belok kiri, kamipun memilih jalan ini walaupun kondisinya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, kita pun berpikir gimana yang lebih rusak ya hahaha. Berkutat sejam an di jalan yang antah berantah hancur ini langit pun menangis ciyeee ujan maksudnya pertama gerimis lama kelamaan pun besar saya pun tidak kuat akhir nya kami berteduh dengan harapan dapat makan siang di salah satu warung ternyata hanya ada bakso dan indomie sambil bertanya apakah sudah dekat dengan tujuan. Kebetulan disini ada bapak bapak yang lagi main catur banyak ngobrol disini tentang Ciletuh pointnya sih sudah dekat sekitar 3 km lagi dan di infokan penginapan rumah warga dan  mencari namanya pak Ferry di Pantai Palangpang setelah Tempat pelelangan Ikan di Palangpang. Lama di tunggu hujan pun tak kian reda kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan mengingat sudah hampir gelap dan hampir jam 05:00 sore. Kami pun berpamintan dengan bekal informasi penginapan dan rutenya. Setelah melewati TPI dan dua jembatan yang satu kayu akhirnya kami menemukan pantai Palangpang dan langsung masuk ke area pantai di mana ada Warung dan beberapa rumah disini. Kamipun bertanya dengan pemilik warung di tengah derasnya hujan, ternyata pemilik warung ini adalah pengelola dari rumah yang ada untuk di jadikan homestay. Setelah tawar menawar akhirnya kita mendapatkan kamar dengan harga Rp 150 ribu berdua atau per kamar. Diajak untuk lihat kamarnya yang ada di dalam satu rumah, dimana ada tiga kamar di dalamnya. Karna kondisi sedang mati lampu jadi mau tidak mau tidak ada option lagi kami pilihlah kamar tersebut yang lumayan ada kamar mandi di dalamnya. Later kita ketahui area pantai Ciletuh ini di punyai oleh salah satu Jendral jaman dahulu almarhum yaitu Jendral Herman dimana rumah yang kami tempati adalah kepunyaan beliau. Sambil mengobrol dengan Kades Ciwaru yaitu pak Taufik dan beberapa teamnya kami menunggu kamar di siapkan. Ternyata Geopark Ciletuh lagi sibuk sibuknya persiapan pak Gubernur Jawa Barat yang akan visit ke sini ke esokan harinya yaitu di hari Jumat start dari Pelabuhan Ratu. Mereka melewati jalur susur pantai yaitu dari Pantai Loji Pelabuhan Ratu end up di Teluk Ciletuh dengan menggunakan Landy. Berbagai panggung sudah disiapkan disini termasuk jogging trek didepan pantai yang terkesan buru buru dalam rangka menyambut bapak Gubernur. Dan menurut tim nya pak kades bahwa Geopark Ciletuh ini memang pusatnya peradaban batu sedimen karna menurut penelitian orang Canada yang menemukan batu manik atau batu batik di Ciletuh ini dulu letaknya 100 km di bawah laut pada waktu 65 juta tahun yang lalu, wow saya cukup kaget mendengarnya dan di ceritakan semua kekayaan jawa Barat secara historis ini semua berasal dari Ciletuh ini termasuk gunung Padang di Cianjur , Gede Pangrango dan lain lainnya. Selesai mendengar kan beberapa sejarahnya dan harapan harapan warga Ciletuh saya pamit untuk melihat sunset di tengah tengah hujan deras.

IMG_0733

IMG_0732

Pantai Palangpang ini kurang menarik buat saya apa karna memang lagi hujan langit kelam dan konturnya biasa saja, ntah bisa buat surfing atau yang lainnya karna ini teluk Selesai sunset kami memutuskan ke kamar untuk beres beres dan mandi, hingga jam 8 malampun listrik dari PLN belum menyala. Kami putuskan untuk ke Indomart membeli perbekalan sambil menunggu makan malam yang sedang di siapkan ibu pemilik homestay, ya di Ciwaru ini ada satu indomart luar biasa memang hehe. Sepulang dari Indomart makan malam kami sudah ready dengan menu ikan bakar kakap merah sebanyak dua buah beserta sambel yang super pedas dengan lalapan juga tidak lupa petai hehehe. Mantap lampupun sudah menyala kami menikmati makan malam karna jujur dari pagi baru malam itu saya ketemu nasi, maklum perut pribumi harus ketemu nasi. Setelah urusan perut beres kami pun seperti biasa kalau trip berdua, ada saja pembicaraan kami yang kalau sehari hari tidak kami temukan karna sama sama sibuk dengan pekerjaan masing masing ataupun dengan keluarga. Disinilah mengapa kami dalam setahun itu selalu ada saja pergi berdua dua an, kalau meminjam istilah Intan keep the sparks on hehehe. Karna begitu lelahnya tidak lama kami berangkat tidur hihihi, berusaha untuk memejamkan mata walaupun jujur sampai subuh pun sepertinya kurang nyenyak, penyakit tempat baru dan lain lainnya membuat kami selalu tidak bisa tertidur pulas dan butuh penyesuaian. Jam 05:00 an subuh saya terbangun setelah ngigo sana sini * diprotes orang yang tidur di sebelah saya hihihi. Saya pun shalat subuh dan tidak bisa tidur lagi, Sempat melongok ke jendela ah no sunshine alias tidak ada matahari sudah di pastikan tidak ada sunrise awan hitam menggelantung di atas sana. Tapi saya pun coba menikmati pagi itu photo photo di Pantai Palangpang dengan icon geoparkciletuh. Disitu pun sudah siap berbagai panggung untuk menyambut kedatangan pak Gubernur dengan alat musik. Pantai Palangpang sepertinya akan ramai sekali wiken ini.

IMG_0752

DCIM103GOPRO

IMG_0875

IMG_0866

 Kembali kekamar kamipun sarapan seadanya, karna si ibu sibuk dengan bayi kecilnya jadi tidak bisa menyiapkan sarapan, saya sempat beli bubur dan martabak di TPI, tapi ya seadanya. Karna memang belum komersil jadi bisa di bilang belum ada apa apa disini. Pagi ini target kami adalah Curug Cimarunjung di mana posisinya dekat dengan pantai Palangpang dan juga terlihat dari pantai sebenarnya. Setelah sedikit sarapan dan mandipun kami langsung menuju Curug Cimarunjung melewati beberapa sawah dan memasuki jalan offroad 500 meter menjelang curugnya

IMG_0872

IMG_0901

 Untuk sampai ke Curug kita harus sambung dengan trekking sedikit setelah parkir motor di Warung. Karna untuk sampai Curug nya kita harus menyusuri tebing dari saluran irigasi.

IMG_0858 IMG_0873 IMG_0882

Dimana ada dua titik yang semacam jurang gitu. Begitu Sampai terpampang lah Curug Cimarunjung yang sangat deras saat itu karna mungkin musim penghujan. Di foto memang tidak terlihat yang gimana gimana tapi kalau di lokasi mayan bikin jiper. Slip aja sedikit udah wassalam.

IMG_0780 IMG_0857 IMG_0904

 Tidak lama kami disini karna mengejar waktu juga, mengingat hari Jumat waktu cukup pendek,  dan saya pun harus mengejar shalat Jumat. Lanjut balik ke penginapan melewati jalan yang sama Sempat photo photo iseng disini mengingat viewnya bagus banget, kebayang kalau musim panas bakalan awesome view.

IMG_0828 IMG_0867 IMG_0871

Sampai di penginapan kamipun mengurus administrasi dan packing packing barang ke motor, tujuan kita kali ini yaitu Curug Cikante dimana ada 4 Curug sekaligus di satu tempat sekalian jalan pulang. Setelah pamintan kamipun mengarah jalan pulang dan berbelok ke arah indomart dimana jalan pulang berlawanan dengan jalan ke Curug Cikante, disini relatif lebih gampang dibanding curug Awang ataupun Curug Cimarunjung karna beberapa jalan sudah cukup lumayan walaupun kecil. sekitar setengah jam akhirnya kami sampai di Curug Cikante

IMG_0826 IMG_0861 IMG_0906

 Curug Cikante ini paling mudah aksesnya disini kita akan menemui curug dengan 3 lapis dari atas, dan satu lagi terpisah. Sayang untuk yang satu lagi kita tidak sampai kesana karna memerlukan perjuangan climbing di batu batu yang jujur agak berat dan licin karna hujan. Setelah cukup enjoying Curug Cikante kami lanjutkan untuk pulang. Mission accomplished walaupun untuk bukit darma kita missed, karna trek nya sangat tidak memungkinkan dengan motor road seperti blackehed. Dan juga kami mengejar sampai Jakarta di sore atau paling lambat malam hari mengingat besok kami berjanji entertain Cica. Dalam perjalanan pulang kami mampir di indomart dan memutuskan makan siang di warung di depannya sambil meminjam sarung ke ibu warung saya melakukan shalat jumat disini. Selesai semua, persiapan pulang kami pun berpamitan dan menelusuri jalan yang sama ketika kami masuk, yang saya pasrah kondisi jalannya. Dalam perjalanan pulang sama saja dengan berangkat cuma yang berbeda adalah begitu memasuki area Cikidang di Jam 4 sore kami di Hajar hujan yang tidak berhenti sampai dirumah. Baru kali ini saya tidak well prepared untuk kondisi hujan dengan segala equipmentnya. Walhasil masuk abri.

Untuk yang ingin ke Geopark Ciletuh bisa berbagai cara : Kendaraan pribadi motor atau mobil bisa mengambil jalur yang saya lewati, tapi jika ingin adrenaline lebih challenge silahkan mengambil jalur Pantai Logi – Ciletuh. Disarankan menggunakan kendaraan yang ground clearancenya tinggi. Untuk kendaraan umum, bisa sambung menyambung tujuan pelabuhan Ratu. Dari sini bisa melanjutkan dengan ELF tujuan Ciwaru untuk jadwal saya tidak tahu karna melihat saja ada ELF kesini bisa di cari lagi.

Advertisements

3 thoughts on “Chasing Waterfalls

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s