Epic Ride, In Amed we love

IMG_2573

Sebenarnya sangat berat siang ini kami meneruskan perjalanan, kondisi yang lelah habis snorkeling dan juga perjalanan yang cukup jauh untuk next destination.  Waktupun sudah sangat siang atau mendekati sore. Mengingat jarak yang kami akan tempuh sekitar 160 Km berdasarkan google maps.  Ya kalau dipikir pikir ya cukup jauh sih kan dari Bali Barat ke Bali Timur hehe.

Setelah mandi sayapun mulai menyiapkan semua barang barang termasuk packing di motor. Ah damn panas sekali siang ini enaknya berendem di kolam atau ngadem di kamar sambil leyeh leyeh hihihi, tapi itu tidak bisa kami lakukan karna kalau stay satu malam lagi di sini  harus ada yang kami skip tempat berikutnya. Yang mana berikutnya adalah Amed ya Amed destinasi kami berikutnya pertama saya belum pernah, kedua jarang wisatawan yang mendatangi tempat ini. Kurang lebih hanya yang tahu saja. Dan yang utama adalah Amed ini one of the best spot diving juga di Bali, banyak spot termasuk snorkelingnya.

IMG_2600

Saking panasnya kami memesan watermelon juice lagi dengan Krisna sambil saya pun membayar administrasi selama disini. Waktu sudah menunjukkan hampir jam 3, dan perut pun lapar kembali. Kami putuskan untuk mencari makan sambil jalan saja. Kami mulai berangkat untuk keluar menuju jalan utama. Kamipun mengarah ke kanan yaitu Singaraja kota besar yang akan kami lewati. Baru berjalan sekitar 5 menit kami melihat tempat makan ayam betutu asli ayam kampung di sebelah kanan, langsung teringat obrolan dengan Steven pagi tadi bahwa ada ayam betutu yang enak dekat penginapan dia dan harganyapun cukup decent. Langsung kita putbal mengingat sudah terlewat dan sempat ragu ragu untuk mampir.

IMG_2545

Langsung pesan 2 beserta es teh tawarkan untuk membasahi kerongkongan yang mulai kering karna panas hihihi. Rupanya memang terlihat enak karna tidak lama banyak yang berdatangan untuk beli baik itu dibungkus oleh masyarakat sekitar. Tidak lama pesanan kami datang, oh ternyata begini ayam betutu itu, berkuah dan di sertai dengan side dishnya hehe. Agak kurang yakin rasanya awalnya karna norak belum pernah nyobain sama sekali. Pertama cobain kuah nya, sh*t seger gitu bukan santen tapi cukup juicy or tasty beserta dengan tingkat kepedasannya. Ayamnya pun lembut banget mengingat ayam kampung kan biasanya  lebih keras. Ah like it so much jadi penasaran Ayam Betutu Men Paweh yang di Gilimanuk karna jujur ini aja udah enak bingits rasanya.

IMG_2546

Perut senang hati  riang tapi mata mulai ngantuk hahaha, akhirnya jam 04:00 pas kami memutuskan untuk jalan, again kejadian lagi harus riding malem gelap gelapan . Ya sudah pasrah meleset waktunya yang penting enjoy.

Jalan sepanjang Pemuteran – Lovina dan Singaraja tergolong datar kita riding di sebelah persis laut Bali, seperti saya bilang sebelumnya aspal Bali begitu mulusnya dan begitu hitam. Ntah mengapa dalam trip ini mulai dari Malang saya tidak pernah memacu blackehed dengan kencang atau ugal ugalan hahaha. Ntah karna takut kenapa kenapa atau karna lagi bareng Intan. Biasanya kalau melihat aspal dan tikungan-tikungan yang kemarin langsung lupa usia hahaha. Tapi pada akhiarnya memang factor usia juga. Saya teringat bahwa saya belum shalat dhuhur siang itu dan waktu sudah menunjukkan jam 5 lewat kurang lebih sejaman kami riding.

Memasuki kota Buleleng kami menemukan masjid cukup besar di pinggir jalan utama saya langsung membelokkan blackehed ke parkiran mesjid.  Berjumpa dengan salah seorang yang baru saja pulang kerja dan juga ingin shalat Ashar. Terlibat pembicaran basa basi seperti darimana mau kemana bla bla bla, tapi ada yang lucu dia bilang harusnya di belakang di tempelin stiker biker alim nih hahaha saya pun tertawa. Dalam hati pertama saya bukan “biker” yang ada dalam pandangan beliau , tapi hanya memanfaatkan motor sebagai media untuk traveling . Iya saya biker Cuma Sabtu Minggu alias weekend warrior pada saat sepedaan hiks. Kedua kenapa harus ada kata biker alim, berarti mostly anggepan beliau biker adalah …. ? Hehe sekedar iseng iseng aja kadang kita berinteraksi dengan orang bisa menimbulkan banyak arti dan makna dimana akan berbeda untuk setiap orangnya.

Setelah menjamak shalat saya dan sedikit beli kopi dingin di Indomart depan mesjid kami memutuskan lanjut karna hari sudah sangat sore.

Melewati beberapa kota kota kecil sepanjang jalan akhirnya kami memutuskan berhenti kembali karna waktu sudah menunjukkan hampir jam 07:00 malam kurang lebih hampir dua jam saya tancap gas setelah Shalat di daerah Buleleng tadi. Badan lengan dan punggung terasa pegal dan kaku sekali yang saya yakini bukan akibat ridingnya melainkan snorkeling dari pagi hingga siang tadi.

Terpaksa di mini market tempat kami berhenti saya memesan untuk membeli geliga lotion  sama Intan hihihi gile aki aki banget. Liat lagi google maps ternyata masih kurang lebih sejam lagi untuk sampai ke Amed, Intinya kita terus mengarah Jembrana. Tidak lama disini kami mulai lanjut lagi, mata mulai terasa lelah begitu juga badan untungnya yang saya bilang tadi tidak ada lobang sepanjang perjalanan. Malah Intan sempat melihat mobil dinas pengecheckan jalan labelnya. Gile pantes mulus semua jalannya jadi mobil dinas ini keliling mengechek kondisi semua jalan di Pulau Bali, Jakarta aja ntah ada ntah tidak kalaupun ada tapi ga di jalanin kali ya, gimana pak Jokow ? *eh.

Di simpang belokan kiri Amed dan lurus Amlapura kami kekiri untuk memasuki area Amed, tidak jauh dari simpang itu saya mendapati keramaiaan dan Intan sempat melihat banyak orang mandi bugil baik perempuan ataupun laki laki di sungai kecil pinggir jalan itu, gileee saya tidak sempat lihat karna focus melihat jalan. Ternyata ini adalah sudah tradisi se abad lamanya penduduk local disitu manti naked baik pria atau wanita berbaur dari air pancuran Sumadewi yang dipercaya menolak bala dan lain lainya. Dan ini dibenarkan oleh salah satu teman kantor yang baru saja hanimun dari Bali masuk daerah Amed malam sama seperti saya dan istrinya langsung syok memutuskan untuk tidak menginap di Amed hihihii. Masih ada yah ternyata kepercayaan kaya gitu.

Kurang lebih jam 08:00 malam pas kami sampai di Manis homestay setelah nyasar dan sedikit ada kegawalan di antara kami. Ya kenapa galaw wkwkwkw *bahasanya alay banget ya. Manis homestay ini rekomendasinya cukup bagus di booking.com yang review bagus semua. Konsepnya homey homestay karna service atau layanan dari owner beserta keluarga yang sangat baik. Jujur saya sangat setuju dengan hal ini tapi yang paling penting seperti yang saya mentioned sebelumnya bahwa kalau lagi riding perjalanan yang melelahkan saya cukup membutuhkan AC dan air panas. Dimana keduanya tidak ada di Manis homestay ini later kita ketahui mereka baru membangun di area belakang yang akan ada fasilitas ini. Sempat ingin menanyakan  yang lainnya akhirnya kami urungkan mengingat beban moril bahwa kami sudah booking dan sudah confirm.

Sampai di homestay karna sudah malam dan sama seperti di Pemuteran Amed ini begitu setelah maghrib cukup sepi orang banyak yang sudah istirahat ataupun sekedar chillin di beberapa cafenya. Disambut oleh bapaknya blih Kadek yang merupakan owner dari homestay ini, ternyata blih kadeknya masih bekerja. Langsung kita beres beres unpack barang masuk kekamar istirahat sebentar. Ternyata gembel gembel di perut sudah nagih. Akhirnya kita putuskan untuk makan keluar bertanya ke bapaknya blih Kadek disarankan didua tempat.  Akan tetapi karna bingung akhirnya kami mampir ke Uyah restoran yang ternyata adalah bagian dari hotel Uyah resort.

Begitu masuk ke dalam saya di sambut pelayannya menggunakan pakaian standard Bali, dengan menyapa dengan pak Yufi ya? Heh? Sempet kaget kok tau dalem hati wah dapet door prize nih wahaha gee r. Ternyata yang menyambut tadi adalah blih Kadek yang bekerja di  Uyah hotel juga walaupun sudah punya homestay dibagian FnB.

IMG_2547

Kamipun di persilahkan dan melihat menu, saya memilih aglio olio malam itu  Intan dengan pilihan sendiri. Setelah selesai makan kami pun mengobrol dengan di temani blih Kadek. Cukup panjang saat itu karna dia begitu antusias menanyakan banyak hal seperti booking.com benefitnya dan hebatnya agoda menurut dia.

Menurut kami blih Kadek ini adalah Anomali dari pria pria di Bali. Mohon maaf bukannya saya SARA atau memburuk-burukkan pria di Bali, pria di Bali identik dengan pemalas yang bekerja justru perempuannya. Mostly berhubungan dengan judi dan mabuk  saja pekerjaannya  pokoknya cowo banget deh hehehe.

Tapi tidak dengan Kadek ini dengan dia sudah punya homestay walaupun milik keluarga dia tetap bekerja, bahkan kalau dia masuk siang seperti ke esokkan harinya pagi nya dia akan membawa tamu untuk ke Ubud dan Batur. Luar biasa tidak banyak pria Bali yang saya temui seperti dia, dan begitu antusiasnya dengan teknologi dan perubahan.

Oh iya satu yang saya notice dan blih Kadek bilang di Amed ini banyak orang Perancis dan eropa sekitarnya. Karna kondisinya yang sepi tidak seperti di daerah selatan yang hangar binger. Jadi jarang Australians yang datang ke sini kecuali memang ingin diving atau snorkeling. Ah love it sama dengan Pemuteran dan saat kami disini pun bisa di bilang hanya kami yang turis local.

Setelah panjang lebar ngobrol kamipun pamit untuk istirahat kembali ke Homestay, begitu sampai kami pun di beri tambahan fan takutnya masih panas dengan default fannya. Benar juga malam itu udara begitu sumuk mungkin karna di pantai ya. Walhasil tidur  sangat tidak nyenyak sebentar sebentar kebangun sampai saya membuka pintu kamar jadi hanya menggunakan gorden saja untuk menutupinya.  Dan malam itu kebetulan panas sekali.

Memang sudah tidak kuat akhirnya pagi itu saya bangun, sebelah kami pasangan dari Perancis dan sebelahnya lagi dua cewe juga dari Perancis yang lagi enjoy Indonesia start dari Bandung selama sebulan Gileee. Kalau yang pasangan mohon maaf ga kenalan karna sepertinya lagi asik asiknya hahaha.

Saya langsung minta sarapan oh iya selama dibali Banana pancake cukup terkenal untuk breakfast jadi saya mau coba ini hehe. Dan ternyata untuk urusan dapur dan kebersihan homestay di Bantu oleh istrinya blih Kadek sendiri

IMG_2548

Setelah sarapan kami bersiap siap untuk snorkeling, jadi kami menunggu guide yang akan menjemput kami sambil duduk duduk didepan. Ternyata cewe cewe Perancis yang dikamar sebelah sudah mau check out dan kita lumayan lama ngobrol disini kalau mereka sudah sebulan di Indonesia Mulai dari Bandung, Jogja, Ijen dan lain lainnya sekali jalan. Kali ini mereka akan ke Gili yang pasti bukan Trawangan. Like I said before ternyata mereka tidak suka dengan keramaiaan. Apalagi pas kita Tanya ga coba ke Selatan mereka langsung what ? Ogah katanya.  Dan Dari Amed ini bisa langsung ke Gili tanpa melalui pelabuhan Padang Bai atau di Lomboknya. Dan lebih cepat hanya sekitar 45 menit dengan kapal cepatnya.

IMG_2593

Tidak lama guide kita sampai yang ternyata teman satu hotelnya  Kadek, Tomo namanya. Langsung kita menyewa snorkel gear yang juga di tokonya istrinya si Kadek samping di samping Manis Homestay. Gile semua bisnis di hajar hahaha.

Target snorkeling kita kali ini dua spot di jelaskan oleh Tomo pertama Pantai Nipah kedua di Teluk Jemuluk. Padahal saya pengen sekali ke spot Japanese whreck ( Kapal jepang yang kandas ) atau di Liberty USS. Tapi Tomo info kalau ombaknya lagi kencang dan terlalu dalam tidak cukup hanya dengan snorkeling harus diving kecuali kita bisa free diving.

Ya sudah akhirnya setelah prepare kami berangkat

IMG_2549

 

Kami memutuskan untuk sewa life jacket, karna ya itu by default di Bali snorkeling gear rental tidak dengan life jacket. Saya pikir kalaupun tidak dipakai at least untuk pegangan kalau capek ngambang hihihi.

Setelah 15 menit riding akhirnya kami sampai di Pantai Nipah lalu parkir motor

IMG_2559

Saya sempat bertanya ke Tomo, dimana spot snorkelingnya? Apakah kita naik Jukung dulu? Dia bilang tidak kita berenang dari pantai ke tengah an dikit. Busyeettttt muke gile itu ada ombaknya gitu pantai masa gitu. Yup ternyata di Amed ini kita snorkeling langsung dari Pantai jadi ngga perlu Jukung dulu kecuali diving mungkin.  Dan jujur ombaknya cukup besar hahahaha.

Duduk duduk dulu lihat keadaan  padahal sih jiper hahaha, apes snorkeling yang udah udah airnya tenang ini bergelombang dan beriak gitu.

IMG_2551

Akhirnya kita putusin nyemplung, sedikit sudah dari tepi pantai mau ketengah sama persis kaya mau surfing effort ngelawan ombak. Tapi pas sudah agak ketengah gelombang atau ombak tidak begitu besar tapi jujur tetap aja kami sering terbawa arus, bahkan ikan ikan didalam yang hidup sehari hari di situ aja juga terombang ambing hahaha.

Penilaian saya Amed kalah jauh untuk terumbu karang beserta jenis dan banyaknya ikan dengan Menjangan. Airnya pun kalah bening mungkin di Amed anginnya jauh lebih besar tapi memang kurang bening menurut saya. Dan banyak sampah juga waktu kita snorkeling.

Akhirnya kami mencoba enjoy juga disini photo photo dan juga banyak menemukan ikan buntel atau ikan kotak sama di Menjangan. Nemo agak susah disini di cari mengingat arusnya begitu kencang

IMG_2556

IMG_2554

IMG_2555

IMG_2553

 

IMG_2558

Kurang lebih sejaman kami snorkeling disini, setelah puas dan sedikit lelah melawan arus kami pun menepi dan istirahat.

Ngobrol dengan turis sebelah yang suaminya lagi snorkeling. Sudah kemana aja blab la bla lagi lagi tidak ada turis local disini hehe.

Oke setelah cukup istirahat kami pun beranjak ke spot snorkeling satunya yaitu Teluk Jemuluk jadi kita berbalik arah tidak lupa mampir ke satu bukit yang bisa melihat teluk Jemuluk dari atas dengan background Gunung Agung. Sayang sekali siang itu kurang clear Gunung Agung tertutup awan. Idealnya adalah sunset disini pernah lihat photo orang luar biasa.

IMG_2561

 

IMG_2562

 

IMG_2560

Lanjut ke Teluk Jemuluk, enaknya pakai guide kita tidak perlu bertanya spot snorkeling disini dan masuknya lewat mana, karna ternyata kami harus melalui hotel atau cottage untuk ke pantai Teluk Jemuluk. Setelah sampai di Pantainya Intan lebih memilih duduk duduk manis dan ngopi saja dari salah satu resto yang ada di cottage tersebut. Cukup aneh pasir di Pantai Jemeluk ini bukan pasir tepatnya melainkan batu batu kecil hitam yang konon menurut beberapa blog bekas letusan Gunung Agung.

IMG_2601

Sambil persiapan si Tomo menerangkan bahwa ada pura atau kotak pos yang berbentuk Pura di Teluk, wah ini yang mau saya tuju salah satunya. Tidak lama kami pun mulai masuk kepantainya lagi tidak seperti tadi yang kaget, saya sudah mulai terbiasa. Ternyata pas menuju kearah kotak pos tersebut air sangat keruh, jarak pandang Cuma 1 meteran, ah ini lebih jelek dari di Pantai Nipah tadi, akhirnya Tomo memutuskan kekanan saja. Mengarah bukit yang kami photo photo dari atas. Lebih baik memang tapi sama juga dengan di Pantai Nipah arus terlalu kuat, terumbu karang pun tidak sebagus di Menjangan akhirnya Tomo mengajak saya photo bebatuan besar yang later malah mengakibat kan kaki saya luka luka karna di hajar ombak dan menghantam batu batunya hahaha apes.

IMG_2565

 

IMG_2557

 

IMG_2566

 

IMG_2569

 

IMG_2570

 

IMG_2567

Akhirnya kami putuskan menyudahi snorkeling ini. Intan pun sudah menyeruput Kopi dan kentang goreng dengan nikmatnya, saya pun join tidak lama kemudian.

Sedikit ngobrol hari semakin siang hampir jam 12, kita putuskan kembali ke homestay. Nah inilah enaknya homestay yang kekeluargaan sama dengan Pondok Lebih kami di boleh kan untuk late check out sepuasnya. Berhubung memang tidak ada yang membooking kamarnya.

Siang itu kami putuskan untuk panggil pijat karna seharusnya dari tadi malam akan tetapi karna sudah kemaleman, guess what siapa yang akan memijat kita ternyata untuk Intan adalah istri kadek sendiri yang memang multifungsi hahahaha. Saya pun dengan rekannya. Ah nikmatnya setelah sekian lama badan remek remek mulai dari 5 hari yang lalu akhirnya dapet juga massage. Jujur saya sampai tertidur tidur karna saking enaknya. Sekitar jam 2 an kami selesai lanjut untuk mandi dan beres beres.

Menyelesaikan semua administrasi ke istrinya Kadek dan kebetulan Kadek sendiri sudah selesai mengantar tamu kita sempat mengobrol sebentar dan berjanji in Shaa Allah kalau ada waktu dan rejeki akan kembali asal kamar AC dan air panasnya sudah jadi ya hehe.

Alhamdulillah 4 tujuan utama trip saya sudah tercapai semua, Kawah Ijen, TN Baluran, TN Menjangan dan Amed.  Tiga hari ke depan kami akan menginap di Bali Selatan alias tempat yang mainstream sekalian recovery atas semua trip diawal. Bersambung.

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Epic Ride, In Amed we love

    • itu secara km deket dan cemen banget lagi var hehehe apalagii jalur mulus mulu semua di Jatim aja yg gunung gunung dan unpredictable 😁

      Like

  1. You share interesting things here. I think that your blog can go viral easily, but you must give it initial boost
    and i know how to do it, just type in google for – mundillo traffic increase go viral

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s