Epic ride, beached at Watudodol and TN Baluran Adventure

IMG_2365

Setelah mencoba untuk tidur tapi tetap tidak bisa saya putuskan untuk packing packing bawaan lagi, sementara Intan sepertinya bisa untuk tidur mengingat mungkin ngantuk sekali.

Setelah mandi dan beres beres saya mulai menaikan panniers dan travel bag ke motor, Intan pun mengurus administrasi atau pembayaran ke kasir. Sayangnya hujan turun saat itu ah waktu sudah menunjukkan jam 02:00 siang, sempat bertanya ke bapak bapak yang lagi istirahat dari meetingnya bahwa sudah seminggu ini belum turun hujan di kawasan Ijen, baru hari ini. Kenapa mereka begitu hafal sepertinya mereka adalah pejabat pejabat area Bondowoso yang sedang melakukan meeting di hotel Catimor ini.

Kalau dilihat lihat sih hujannya pissing down kalau meminjam istilah Intan, yang menyebar kecil bukan the real hujan ( ada ya istilah begini hehe ). Maksudnya mungkin orang menyebutnya Cuma hujan bukit atau gunung yang sifatnya sementara. Karna jujur saya sedikit worry dengan kondisi kalau hujan mengingat bawaan di motor full dan harus menanjak dan melalui medan offroad sepanjang 3 km hehehe. Worry disini adalah mengingat usia blackehed yang cukup uzhur dan kondisinya yang saya tidak yakin fit atau tidak.

Akhirnya sedikit mereda walaupun gerimis kamipun tetap berangkat, yang Alhamdulillah tidak ada kendala di medan offroadnya. Sempat mampir isi bensin eceran mengingat kontur jalan yang kami lewati dari kemarin pegunungan terus yang naik turun kecuali Pantura yang sangat menguras bensin.

Ok langsung lanjut menuju Kawah Ijen kembali *loh, kok mengarah ke Kawahnya?. Yup Dari Catimor rute yang terdekat untuk Menuju Banyuwangi adalah lewat kawah Ijen trus sampai puncak dan turun melalui gunung Raung ( baru tau setelahnya ). Semua menyarankan lewat sini karna sangat memotong di bandingkan mundur lagi turun ke Bondowoso dan melewati Situbondo.

Memang jauh lebih cepat, akan tetapi jalannya begitu sempit kebayang kalau mobil papasan dan juga karna kami posisi turun terus walhasil tangan kanan saya kram karna harus menahan rem depan selama 1 jam an. Dikarnakan turunannya sangat curam dan tikungannya memang yahud, juga beban motor yang berlebihan saat itu. Langsung bilang ke Intan untung itin kita balik kalau misalkan kemarin jadi Watudodol Banyuwangi dulu ke Ijennya bisa ngos ngosan blackehed hehehe. Buat pecinta cornering recommended mencoba jalur ini, kalau pun missed paling masuk jurang atau tebing hihihi.

Dan satu untungnya lagi, untung mulu ya 2012 apa 2013 Jalan ini belum diaspal atau hotmix jadi kebayang dong seperti apa itu jalanan, dan kalau mobil pun hanya 4WD yang bisa lewat.

Jam 03:00 an siang akhirnya kami keluar dari Gunung Raung langsung tiba di pinggiran kota Banyuwangi, seperti biasa jam makan siang sudah lewat harus mampir ke indormart atau alfamart untuk ganjel seperlunya. Dan menurut Intan makanan ga ada yang enak di Banyuwangi wedewww, mungkin karna ga tahu atau memang ga ada. Akhirnya kita pilih langsung ke hotel nanti setelah dari situ di putuskan makan dimana.

Kurang lebih masih 20 atau 25 km lagi sampai ke Watudodol cottages dan resort yah kurang lebih 30 menit sampai satu jam lah sampai ke lokasi, jujur baru kali ini saya ke Banyuwangi kota yang letaknya di pinggir pelabuhan atau pantai. Bisa dibilang bukan pantai sih tepatnya selat.

IMG_2457

 

Sampailah kami di Watudodol cottages, dari luar sangat tidak meyakinkan hahaha, memang di sebelahnya ada resto didepan pintu masuk, tapi tetap tidak menyakinkan. Pas sudah melalui reception ternyata sangat berbeda ya lumayan lah terlihat taman beserta poolnya dan kamarnya juga lumayan yang perpaduan bangunan jawa dan bali karna ada ukir ukirannya.

Pulau Bali di seberang sana

IMG_2356

Saya memang memesan kamar yang di pinggir dan menghadap pantai lebih tepatnya laut karna selat seperti yang saya bilang tadi, Begitu masuk kamar pun saya cukup satisfied karna spacy banget. Kamar mandi konsep setengah terbuka didalam dikasih kulkas dan lega. Ah cukup diatas ekspectasy.

IMG_2360

Karna jujur kalau lagi turing atau riding persyaratan saya simple aja yang penting ada air panas dan AC hehe., mengingat kita capek habis riding dan butuh tidur yang nyenyak. Sangat berbeda kalau pergi dengan anak yang banyak pertimbangannya poolnya bagus ga, ada kids club ga? Atau pertanyaan seputar fasilitas ( ga mau rugi ) hehe.

Ok Karna perut sudah lapar berat akhirnya di putuskan makan dari restaurant saja repot mencari cari dan ya itu tadi menurut Intan ga ada yang enak di Banyuwangi.

Setelah perut kenyang saya dari kemarin pengen sekali berenang, apalagi  banyuwangi cukup panas siang i tu. Walhasil ga lama kita berdua berenang hehe. Lumayan lah poolnya walaupun ga keren keren amat  yang seharusnya bisa di buat infinity pool sih.

IMG_2359

 

IMG_2358

 

IMG_2459

Selesai berenang pun kami  lanjut mandi dan  ngopi  ngopi  di teras kamar, berhubung di sini adanya sunrise jadi sunset tidak ada karna kealingan bukit di depan hotel. Tidak lama Intan bilang mau tidur dulu, karna dari mulai malam sebelum berangkat sampai sore itu bisa di bilang kami sangat kurang tidur. Seperti biasa saya tidak bisa tidur dengan gampangnya walhasil nonton TV aja sambil charge sana sini terutama kamera. Waktu semakin malam dan saya pun laper kembali, coba bangunin Intan mau makan dimana ternyata di luar pun gerimis yang berlanjut dengan hujan. Kembali pilihan adalah pesan room service, karna dari segi harga dan kualitas rasa cukup memenuhi selera saya yang cukup picky eater hihihi.

Setelah kenyang seperti biasa kita nge teh dan Intan biasanya pesen kopi juga, ngobrol ngalor ngidul ditemani suara ombak didepan kamar.

IMG_2361

Tidak lama kami memilih untuk istirahat karna besok rencana aktifitas di pagi hari agar tidak meleset di Itinerarynya.

Jam 04:00 an saya terbangun, saya intip di jendela masih gelap. Ntah kenapa reflek bangun karna malamnya ada sedikit niat untuk hunting sunrise.  Pernah lihat dan cari cari posisi hotel ini pas posisi sunrisenya.

Saya pilih tarik selimut lagi saat itu dan kebangun lagi coba mengintip kembali, weks ternyata udah terang ah sh*t telat kayanya tapi dikasih tau sekitar jam 05:15. Buru buru shalat Subuh langsung keluar bawa perabotan lenong photo hihihi. Well baru kali ini saya hunting momentnya pas dan sunrise begitu clear dan yang paling penting adalah sendirian ga ribet cari space atau berebut tempat. Sebelumnya say sudah pernah hunting sunrise di Ujung Genteng, Bromo, Ijen atau manapun yang pernah saya kunjungi belum pernah dapat moment dan suasana seperti ini. Tidak percuma saya bangun pagi itu hehe.

IMG_2364

Coba coba bikin time lapse kayanya masih belum ketemu settingan yang pas, ya sudah saya enjoy saja sunrise pagi ini, ah so beautifull.

IMG_2362

Setelah selesai matahari begitu teriknya berhubung hari semakin siang dan Intanpun sudah bangun saya pesan breakfast untuk diantarkan ke kamar saja, karna walaupun ke restonya juga menunya tetap sama bukan prasmanan atau buffet.

IMG_2438

Hotel ini ternyata bisa dibilang hotel keluarga tidak seperti “hotel” yang saya bayangkan, karna pagi ini mulai banyak bermunculan tuyul tuyul yang berenang ah jadi inget Cica. Tidak lama setelah itu kami bersiap siap karna tujuan kami pagi ini adalah TN Baluran secara jarak memang dekat dari hotel kami tinggal makanya kami pilih hotel ini, hanya kurang lebih 30 km. Langsung prepare dan tidak lupa kami menanyakan untuk bisa late check out paling tidak sampai jam 02:00 siang ternyata tidak bisa hanya bisa maximal jam 01:00. Oke langsung lanjut menikmati pantura yang begitu lebarnya, pagi itu dibilang sepi ya tidak juga banyak orang sudah beraktifitas karna kami juga sudah jam 08:00 baru berangkat.

 

Tidak lupa mampir indomart untuk beli perbekalan beserta cemilan. Setengah jam kami riding akhirnya masuk ke depan pintu gerbangnya walaupun kelewatan sedikit karna letaknya di tikungan persis.

IMG_2455

 

Kami mulai masuk ada pos pertama yang ternyata bukan tempat pendaftaran, Lanjut kedalam lagi sepertinya ada pos yang jauh lebih besar dan cukup bersih. Disitu sudah kami lihat satu keluarga yang sedang mengabadikan video monyet monyet yang lepas di pinggir jalan, walau menurut kami monyet monyet ini tergolong galak dan nakal. Yang ternyata akibat salahnya pengunjung sendiri yang suka memberi makan.

Kami lapor dan terkena biaya restribusi sebesar Rp 3000 atau Rp 5000 saya lupa dan diterangkan lokasi lokasinya beserta ada apa saja didalam. Saya sempat menanyakan penginapan yang ada didalam yaitu di Pos Bekol dan Pantai Bama ternyata tutup sementara dari pihak management sepertinya akan ada renovasi dan perubahan management yang pastinya akan ada

IMG_2440

Lanjut kami langsung masuk total jarak dari pintu depan sampai Pantai Bama sekitar 15 Km menurut penjaga didepan 12 km kita akan sampai di Pos Bekol dan Menara pandang. Awal 3 km pertama masih aspal yang lumayan walaupun banyak rusaknya, selanjutnya benar benar terserah anda, kadang batu lepas dan kadang juga aspal rusak kadang juga tanah. Mana malamnya habis hujan pula yang pasti saya tidak berani high speed sepanjang jalan ini karna mengingat kaki kaki blackehed yang sudah tua renta hahaha. Jebol di tengah hutan ga lucu banget kan, dan 3 – 5 km pertama kita akan memasuki hutan tropis yang hijau sepanjang tahun. Jadi walaupun musim kemarau hutan ini tetap hijau tidak akan menguning ataupun mongering. Disini banyak kupu kupu di sepanjang jalan yang berkumpul, ah Cica pasti suka banget pikir saya waktu itu.  Dan juga berbagai burung sepertinya walaupun begitu kita lewat kondisinya sudah kabur mungkin terdengar suara mesin.

Setelah lelah dengan kondisi jalan yang begitu ancurnya dan tak berujung akhirnya kami memasuki area savanna nya terbuka, bagus sekali dengan kondisi gunung Baluran ada di sebelah kiri dan kanan savanna yang sangat luas banyak banteng bertebaran disini. Melihat ada satu pohon di Savanna ini sudah pasti dong menarik untuk di photo photo hahaha.

Cukup lama kami photo photo disini karna memang bagus depan belakang backgroundnya, sempat saya upload di social media , dan ada teman yang photographer bilang kalau saya niat banget traveling bawa photographer hahahaha parah, mungkin dia tidak mengenal namanya teknologi kaki tiga *baca tripod, atau memang photo nya sebagus itu *gee r hehehe.

IMG_2441

IMG_2452

Karna sudah mulai panas kami lanjut ke pos bekol dimana banyak bangunan dan bisa berteduh, sekalian photo photo di kepala banteng yang di pajang.

IMG_2453

Hari semakin siang  kami putuskan untuk sampai pos Bekol saja dengan mengunjungi menara padang. Dimana kita bisa melihat sekeliling dari TN Baluran.

Naik tangga yang bisa di bilang sangat landai dan lanjut tangga tegak ke posisi paling tinggi, elevasinya sih biasa aja Cuma karna panasnya siang itu yang membuat jadi luar biasa capeknya hihi.

Disini kami duduk dan menikmati TN Baluran cukup lama seperti biasa photo photo

IMG_2442

IMG_2454

Okey lanjut turun ke tempat di mana blackehed parkir, disarankan oleh polisi hutan untuk lanjut ke Pantai Bama karna hanya 3 km dari pos Bekol ini, kami melirik jam sudah hampir jam 11.30. Akhirnya kami putuskan tidak tapi dari menara pandang tadi saya sempat melihat dari atas jalan menuju pantai Bama ada yang becek, kayanya menarik juga untuk photo di bikin efek splash hihihi, boys will always be boys. Akhirnya minta tolong Intan untuk mendokumentasikan, seru Cuma sepatu dan celana basah semua.

IMG_2448

IMG_2450

Setelah itu kita langsung bergegas untuk pulang sambil menyapa tukang ojek yang tadi ngobrol dan polisi hutannya. Mereka bingung kali tadi perasaaan kea rah Pantai Bama kok udah balik lagi hehehe.

Oh iya bagi yang backpacker atau tidak pakai kendaraan sendiri don’t worry dari pintu pos pertama didepan ada ojek yang siap mengantarkan untuk adventure di TN Baluran kalau tidak salam pulang pergi Rp 80 ribu per ojek dan orang.

Jalan pulang sama saja terasa never ending gravel road hehe mau dikebutin gimana ya masih disitu situ juga karna sempat melirik sudah jam 12 an siang kita harus check out jam 01:00. Akhirnya keluar jalan aspal dan saya pun agak menarik gas di jalur Pantura kurang lebih jam 12:40 an kita sampai kembali di hotel. Saya langsung mandi sementara Intan packing barang barang selesai mandi gantian saya pun melanjutkan packing tepat jam 01:00 an kami selesai dan membawa barang ke cafenya. At least sudah keluar kamar.

Disini karna terburu buru later kami ketahui tutup housing gopro saya hilang yang satunya, untungnya bukan yang untuk underwater.

Karna jam sudah menunjukkan jam 01:00 an akhirnya kita putuskan untuk makan disini lagi dibanding harus mencari cari lagi.

Alhamdulillah salah satu wishing list saya yaitu TN Baluran terpenuhi, recommended kalau mau seperti serasa di Africa datang ketika musim kemarau bisa di July dan Agustus, karna semua pohon dan savanna akan menguning atau kering tanpa daun. Cuma yaitu siap siap sunblock 100 SPF hahaha. Kemarin kita urungkan Pantai Bama karna ya saya sudah lihat photo photonya tidak biasa saja.

Bersambung ke Menjangan

Advertisements

9 thoughts on “Epic ride, beached at Watudodol and TN Baluran Adventure

  1. Dari Ijen turun Banyuwangi via Licin. Di situ ada perkampungan Oseng. Leluhur dari suku Tengger di Bromo, Yufi.

    Nggak ke Pantai Bama yah, sayang Yuf. Udah deket. Dari Bama ada lagi pantai bagus ke arah timur. Kita bisa lihat selat Bali dari bukit.

    Anyway, I’m happy to learn that you eventually made it 🙂

    Like

    • wah ga notice tuh pak, hutan mulu hehe ya namanya juga digunung ya, gimana sudah baikan pak? trip floresnya gimana tuh? hehehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s