Epic ride, in Ijen we love

IMG_1900

H-1 Malamnya agak susah tidur setelah packing packing apa saja yang akan kita bawa, sambil di cemberutin oleh Cica termasuk sampai dia bilang kita evil parent hahaha. Ntah dapet darimana kata kata itu intinya dia ingin joint dengan kita dengan segala dalih bilang kalau dia belum pernah touring naik motor kan bisa di selipin di tengah katanya hehe. It’s not that easy my lovely daughter kita berusaha meyakinkan dia seperti itu.

Bangun jam 04:30 dan siap siap dan berasa agak santai karna mau berangkat dari rumah jam 05:30, yup kenapa kita sedikit santai karna kali ini kita berangkat dari Airport Halim Perdanakusuma ( HLP ) dengan waktu take off jam 07:30 dan kita pun sudah web check in sebelumnya. Pamit dengan Cica diiringi oleh tangisannya, Yah makin berat aja ninggalinnnya jadi kepikiran yang gimana gimana.

Begitu keluar rumah sudah macet sepanjang jalan ternyata salah besar bersantai ria, mana si Intan ketinggalan jacketnya yang untuk riding terpaksa  deh balik lagi udah jam 6 kurang.

Ok sepanjang jalan dag dig dug karna untuk mencapai pintu tol aja macetnya ampun yang notabene secara jarak Cuma 1 km, dan anggapan hari kejepit jalanan akan kosong pagi itu suatu tindakan yang sangat salah kaprah. Saya pun menyetir sedikit kurang beradab hahaha maklum ngejar waktu di pintu keluar Jatiwaringin Budhi adiknya Intan sudah menunggu untuk diangkut, karna budhi akan membawa pulang mobil ke Jatiwaringin setelah kami sampai Halim.

Dag dig dug terus menyertai sampai akhirnya bisa keluar dari tol Cikampek dan belok kiri mengarah ke Halim, karna saya tahu persis kearah Halim pagi pasti lancar karna setiap pagi yang biasanya saya arah berlawanan menuju Jakarta. Yup pagi ini I am going to different way  *singing

Ya berangkat ke Malang pagi ini kami menggunakan Citilink, karna setelah hunting sana sini walaupun tidak murah juga  tapi ini yang termurah.

IMG_2270

Jujur baru kali ini naik Citilink dan baru kali ini juga berangkat dari airport Halim biasanya Cuma lewat karna kekantor lewat sini hehehe. Suasana pagi itu enak airportnya sepi, enak karna sepi ternyata ya Jumat pagi ini cuma schedule citilink yang ke Malang jadi bisa dibilang yang menunggu Cuma penumpang tujuan Malang. Tidak delay dalam pemberangkatan pagi ini tapi terlambat sedikit sama aja yah ahahaha. Ternyata ada Pesawat US air force yang sedang menjemput crewnya sepertinya agen agen CIA seluruh dunia naik pesawat ini, yang sangat berbeda dengan Hercules yang dimiliki oleh TNI hahaha kasian yah.

IMG_1776

IMG_1778

Pesawat Citlink cukup baru dan lega hamper sama dengan Garuda, cukup bersih walaupun ga dapet makan dan minum sama sekali haha, karna biasa dikasih sarapan di pesawat jadi lupa makan tadi berangkat karna buru buru juga. Kurang lebih sejam kami akhirnya mendarat di Airport Malang yang masih seperti kantor pos airportnya  karna kecil sekali hahaha, perasaan udah lama di renov masih juga belum jadi.

intan in front of US

IMG_2271

Langsung pesan taxi tujuan stasiun kota baru dimana blackehed ( nama kesayangan motor saya )  sudah sampai duluan disana.

blackehed kardus

Setelah mengurus administrasi akhirnya blackehed dibongkar eh? Maksudnya di buka packing kardusnya. Sedikit inspeksi alhamdulillah tidak ada yang kurang sedikitpun semua sama seperti waktu saya mengirim via Herona Bekasi. Dan yang terpenting menyala atau ngga hehe maklum motor tua. Sempat was was kalau tidak bisa menyala, akhirnya di engkol cukup dengan sekali engkol sudah ok. Alhamdulillah packing packing travel bag beserta isi tas akhirnya kita ready.

blackehed kardus tanpa kardus

Disini ke galaw an terjadi, menurut itin harusnya malam pertama ini ke Watudodol TN Baluran tapi dipikir pikir kita akan balik lagi ke Ijennya, inisiatif dirubah kita dahulukan Ijen baru ke TN Baluran walhasil harus menghubungi dua penginapan kami yang akhirnya bisa walaupun terkena extra charge untuk yang di Ijen karna harus upgrade kamar.

Ok let’s roll on, kita menuju arah utara kea rah Pasuruan tepat jam 11:30 an kami start, tujuan pertama adalah kepiting Cak Gundul karna memang mau mampir dan berada di Jalan Pandaan antara Malang dan Surabaya, di pikir sekalian lewat. Ternyata ga sekalian lewat juga karna disatu pertigaan Pasuruan harusnya lurus kita harus kekiri mengarah Surabaya. Setelah cukup lama menjauh dari pertigaan dan sedikit bertanya akhirnya sampai di Kepiting cak Gundul. Tapi apa yang terjadi sodara sodara bahwa kepitingnya belum ada dan belum tau dikirim jam berapaaaa. Kamprettttttt hahaha belum rejeki akhirnya putar balik kea rah pertigaan yang akan membawa kami ke Pasuruan dan di putus kan makan Rawon Nguling di tempatnya yaitu di Nguling berhubung masih jauh akhirnya mampir untuk makan bakso dulu ganjel sedikit daripada masuk Abri.

Riding lewat jalan yang cukup sepi dan begitu memasuki kota Pasuruan teringat tahun 2009 kita berdua nyasar disini untuk masuk ke kawasan Bromo, tidak lama kita mengarah ke Probolinggo begitu sampai di tugu selamat datang di Kota Probolinggo  sebelah kiri langsung Rawon Nguling masih sama tetap ramai.

IMG_2305

Satu yang di notice si Intan adalah sizenya tidak berubah alias tidak mengecil mungkin harga saja yang berubah. Disini saya sempatkan untuk menjamak shalat mengingat will be a long riding to Ijen, beserta sedikit ngopi susu cantik disini yang katanya susu sapi segar :D.

Hari semakin sore sekitar jam 3 kita akhirnya start dari Rawon Nguling baru 5 menit riding ada plang Object Wisata Bromo kekanan, yes taun 2009 saya pertama kali ke Bromo dan melalui pintu masuk yang ini setelah berkutat nyasar antara Pasuruan dan Probolinggo. Tapi kali ini kami t idak kesini dan saya pun menjauh yang berarti menambah lagi jarak tempuh yang sudah saya lalui dengan motor. Tujuan kami adalah kota Bondowoso untuk memasuki area Kawah Ijen, setelah menikmati Pantura yang begitu lebar dan bersih akhirnya kami belok kanan ke arah Bondowo di daerah Besuki. Juga sempat melewati Paiton yang konon adalah penyuplai listrik untuk Pulau Jawa dan Bali. 2 jaman riding membuat pantat sedikit panas karna sudah lama saya tidak long riding akhirnya sekitar jam 5 an kami berhenti di Indomart refill minuman dan menyempatkan face time dengan Cica ( thanks to technology ). Dan juga tidak lupa bertanya ke petugas disitu mereka menyampaikan bahwa sampai kawah Ijen masih 3 jam lagi 1,5 jam ke Bondowoso dan  1,5 Jam lagi menuju kawah Ijennya. Whattttttt ? is that long ? Itin kali ini meleset selama ini juga meleset sih hahaha Cuma perkiraan at least sejam lagi ternyata tidak sodara sodara. Jujur saya menghindari riding malam disamping males di tengah hutan gunung malam malam karna factor mata yang  juga tidak kuat ( usia emang ga boong ) hahaha.

IMG_1813

Oke kita ga bisa berlama lama langsung tancap gas, melewati jalan yang lumayan dan akhirnya naik menuju bukit bukit yang later kita ketahui namanya adalah bukit arak arak disini setelah sejaman kami menyempatkan istirahat dan photo photo karna Banyuwangi dan pantai terlihat dari sini walaupun sangat jauh.

IMG_1814

Lanjut riding sejaman lagi akhirnya kami sampai di kota Bondowoso, sepertinya kota santri karna banyak pria atau anak anak memakai pakaian khas santri. Cukup lama berkutat di kota ini setelah Tanya Tanya belokan untuk ke Kawah Ijen di bilang pertigaan itu ada di Purwo Sari akhirnya sampailah kita dipertigaan tersebut tepat ada sebuah Indomart sekalian Tanya juga istirahat. Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam.  Disempatkan bertanyata lagi ke petugas indomart di infokan masih 1,5 jam lagi dan juga di konfirmasi oleh Homestay tempat kita menginap yaitu Catimor Homestay. Sh*t another riding in the dark di tengah hutan dan gunung ( jadi inget ke Bromo malem malem ).  Well show must go on ceileh, kami lihat juga ada gerombolan locals anak anak muda mungkin dari kota terdekat ingin ke Ijen juga kurang lebih 10 motor, kami ikut di belakangnya tapi karna agak lambat akhirnya kami mendahuluinya dan sendirian di depan malam itu tidak ada penerangan jalan sama sekali contur jalan pun mulai naik atau menanjak dimana rumah penduduk kalau pun ada Cuma satu satu dengan jarak yang  jauh. Sempat bilang ke Intan yah terulang lagi riding malam deh hehe, tapi kita banyak ,mengobrol malam itu kalau biasanya sih diem karna males liat yang macem macem.  Ntah kenapa disatu titik pun kami  tetap melihat ada seseorang dengan baju putih berdiri di pinggir kebun, si Intan reflek nah loh siapa tuh kita malah ketawa hahaha. Satu jaman kami riding akhirnya sampai di pos pertama yang di palang. Disini di minta untuk mengisi buku tamu intinya sih pungli juga Cuma dengan cara halus dan seikhlasnya. Mereka sedang kedinginan juga membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh, kami pun join sebentar  sekalian bertanya letak dari homestay yang akan kita inapi. Tidak lama rombongan yang ramai ramai tadi datang kami pun melanjutkan perjalananan. Setengah jam akhirnya kami sampai ke pertigaan yang di bilang kalau ke kanan Kawah Ijen kekirim ada homestay Catimor.

Mengarah kiri ternyata jalan menuju homestaynya bisa di bilang offroad batu batu lepas dan turunan yang cukup curam dan sekali lagi gelap tanpa penerangan sama sekali.  Ternyata homstay ini adalah punya pemerintah yaitu perkebunan kopi yang mungkin kamar kamar untuk pegawainya di manfaatkan jadi homestay. Begitu masuk area parkiran sangat penuh oleh mobil pribadi dan juga beberapa elf sepertinya penuh banget malam ini. Benar saja  saya parker pas di samping resto nya penuh dengan manusia bermacam macam, tapi yang saya notice locals atau orang Indonesia sedikit mostly dari Malaysia, Thailand dan banyak bule.

Setelah itu kami lanjut check in dan sudah mendapatkan kamar, setelah unload barang dari motor kami pun dinner di resto ini, systemnya paket per orang Rp 50 ribu dengan metode semi prasmanan maksudnya di taro di meja kita dengan nasi, ayam goreng, sayuran dan buah beserta minum kopi atau teh. Sambil menunggu dan menikmati makan malam kami bertanya ke pelayan yang kami ketahui banyak dari mereka yang menjadi guide untuk naik ke Ijen, ditawari dengan harga yang rata 250 ribu perorang untuk diantarkan sampai ke pintu masuk Kawah Ijen bolak balik. Hanya untuk kendaraannya saja ehmm di pikir pikir cukup mahal Cuma peernya adalah masa Subuh Subuh harus nanjak offroad berdua sepanjang 3 km yang cukup terjal. Akhirnya salah satu guide atau supir yang kebetulan dari Surabaya menawarkan untuk menumpangi Intan sampai lewat jalan offroad saja karna kalau sampai ke Ijen dia harus reconfirm dengan tamunya dari Malaysia. Akhirnya deal kita ketemu di resto jam satu dini hari mengingat semua yang ke Ijen kalau ingin melihat si Api biru harus start jam satu atau jam 12. Awalnya saya sedikit malas karna jujur capek sekali habis riding yang cukup panjang jadi rencana berangkat jam 4 atau jam 5 saja untuk lihat sunrise dan Ijennya. Tapi Intan bilang kapan lagi udah sampai disini begitu juga para guide sayang pak. Akhirnya saya deal jam 01:00. Jam 10:00 an malam mencoba untuk memejamkan mata masuk kamar, ntah benar tertidur atau tidak terbangun di jam 00:30.

Langsung prepare dan berkumpul di resto yang ternyata pagi itu udah penuh dengan manusia *lebay hahaha. Jujur penuh banget di banding waktu dinner, dan di penuhi oleh turis mancanegara. Kadang miris orang kita berlomba lomba untuk keluar negri dimana orang luar aja berlomba lomba untuk ngelihat Indonesia. Kalau di Tanya pernah ke Kawah Ijen ? dimana tuh? Atau apa tuh? Kasian banget ya hehe. Well itu Cuma masalah pilihan Cuma ya itu tadi sayang aja Negara sendiri kaya dengan alam belum di explore. Oke lanjut dari edisi menye menye, kita mencari supir yang akan menumpangi Intan dan saya prepare motor untuk duluan menunggu di pertigaaan jalan yang sudah keluar dari offroad.

Malapetaka terjadi disini ceilehh, maksudnya glovenya Intan hilang sebelah pas turun nebeng, dicaripun ga ketemu akhirnya kita lanjut jam 01:00 dinihari menuju Kawah Ijen perkiraan sekitar sejam paling lama. Sementara turis yang lain menikmati hangat di dalam mobil kami membelah dingin dengan blackehed pagi itu hiks. Dingin banget bosssssss, 30 menit jalan ketemu pos lagi yang intinya pungli lagi, jujur jalan menuju Kawah Ijen cukup sempit dengan tikungannya yang yahud kadang berpasir  setelah 15 menit berikutnya kami pun sampai.

Yippieeee finally sampe Kawah Ijen salah satu wishing list saya yang ketiga, menurut saya tiga dataran tinggi yang wajib kita kunjungi di pulau Jawa, pertama adalah Dieng, kedua Bromo dan ketiga ini adalah Kawah Ijen. Yup ketiganya punya keistimewaaan tersendiri.

Okey lanjut di parkiran penuh sesak dengan orang orang yang akan naik ke Kawah Ijen sana berbagai macam kamera dan lensa beserta tripod di jinjing mereka, sepertinya memang bakalan full hunting foto. Kami pun melakukan pendaftaran atau bayar ticket masuk satu orang Rp 15 ribu dan untuk camera atau video Rp 30 ribu.

Lanjut masuk kita menyusuri jalan setapak dari beton terlebih dahulu, dan sialnya senter yang kami bawa ternyata batterynya rusak. Cobaan lagi masa naek gunung gelap gelap ga ada penerangan sama sekali, HP kami ada feature senternya tapi nanti photo photo pakai apa ( ga bisa update dongggg ). Akhirnya kami mengikuti rombongan orang sepertinya dari Thailand mereka group besar dengan 3 guide beserta lampu lampu yang terang. Sedikit tidak nyaman sih tapi apa daya dan kita pun meminta izin dengan guidenya numpang penerangan.

Untuk sampai ke Puncak Kawah Ijen yang sejauh 3 Km dengan elevasi  kemiringan yang bisa mencapai 70” dapat di tempuh 2 Jam oleh nubie seperti kami atau 1,5 jam untuk yang sudah biasa.

Dan di bagi ke 3 stage atau 3 pos peristirahatan, 1 Km pertama pos pertama, trus ke dua adalah tempat penimbangan belerang kalau tidak salah dan setelah itu baru sedikit landai atau mendatar.

Pos kedua dalam keadaan terang maksudnya pas turun

IMG_2296

Dengan susah payah semua orang untuk naik di Subuh itu termasuk kami yang baru berjalan berapa langkah sudah istirahat terus hehe, Cuma ya itu langitnya begitu clear bulan begitu dekat bintang bertaburan dimana mana asikk bahasanya hehe, seriously langit di luar kota  terutama di daerah gunung bagus banget.

Ada suatu kejadian yang membuat saya dan Intan ketawa ngakaks, ditengah kita semua susah untuk mendaki tiba tiba ada yang memanggil kak rose kak rose dengan logat Ipin dan Upin. Ternyata salah satu guide yang memanggil rombongan Malaysia yang dibawanya. Saya sempat menanyakan memang namanya kak rose? Ngga pak habis saya ga hafal namanya jadi saya panggil kak Rose aja hahaha kamvretttt.

Setelah bersusah payah akhirnya kami sampai di puncaknya beserta manusia manusia yang lain sih, disini terjadi antrian untuk turun sampai kawahnya menuju api biru, kenapa begitu melegenda si api biru ini? Karna memang  satu satunya di dunia dan adanya di Kawah Ijen saja. Pernah baca beberapa artikel bilang bahwa Kawah Ijen is the best crater in the world, Indonesia itu keren kan?. Pas melihat antrian kami memilih duduk dan sempat mendengar percakapan untuk turun sampai bawah memakan waktu satu jam lagi begitu juga naiknya ya salaammmmm. Saat itu saya ucapkan selamat tinggal blue fire, saya cukup lihat api biru dari Rinnai saja hahaha*garing.

IMG_2272

Cukup lama kami menunggu sunrise, duduk ternyata malah dingin sekali padahal kita sudah memakai jacket motor beserta glove, angin begitu dingin. Sempet melongok dari atas terlihat kilatan kilatan si blue fire yang di keremunin oleh puluhan photographer kebayang juga sampai bawah pasti rebutan tempat dan posisi.

Akhirnya matahari mulai naik terus sayang sunrise disini kealingan tebingnya jadi kita Cuma bisa menikmati bias bias dari sinar Matahari.

IMG_2275

IMG_2283

IMG_2278

Cukup lama kita enjoying puncaknya photo sana photo sini, pokoknya cari photo yang bisa heitz untuk di upload hahaha*lupa usia. Termasuk semua orang di sekeliling kita sempat juga buat time lapse disini lagi coba coba. Viewnya sangatlah indah jadi pengen berlama lama disini males turun mengingat turun tidak ada bedanya tumpuan beban ada di kaki karna begitu curamnya. Disini kita sebagai manusia merasa begitu kecilnya apalah artinya dengan kekuasaan sang Pencipta begitu besar ciptan-Nya yang lain, Subhanallah. Bangun Yuf bangun hehe, ya begitu lah kondisi yang begitu bagusnya. Silahkan di enjoy photo photo nya walaupun isinya banyakan selfie, kapan lagiiiiiiii.

IMG_2284

IMG_2290

IMG_2288

IMG_2294

Okey setelah selesai akhirnya kami memutuskan turun karna kepikiran turun pun tidak ada bedanya dengan naik tapi paling tidak sedikit lebih enak. Saya yang biasa sepedaan dan kadang juga lari merasakan lutut terasa sakit ketika menuruni puncak Kawah Ijen semua terasa ketarik. Dan dapat kita bayangkan para pekerja pembawa berelang yang ada di Kawah Ijen, mereka membawa belerang seberat 80 kg – 100 kg di pundak mereka dengan naik turun sampai ujung kawah paling bawah dimana memakan waktu 3 -5 jam untuk naik turun yang dijual setelah di timbang menghasilkan uang Rp 62 ribu saja. How lucky we are ya.

IMG_2295

IMG_2297

Ketika kita mengarah turun banyak juga yang baru start naik terutama bule bule yang sudah tua, hampir sepanjang perjalanan menemukan mereka, sempat mampir istirahat beli minum di pos 2 ternyata disitu saja sudah 2214 m DPL, berarti diatas tadi harusnya lebih pantas dingin tapi jujur belum sedingin Bromo sih makanya masih kuat.

Dengan perjuangan yang berat ceilehh akhirnya sampai ke Parkiran juga, disini kita cari cemilan buat ganjel perut beserta teh manis hangat ohh nikmatnya, tidak lama pun kami beranjak untuk kembali ke hotel. Baru mulai riding sekitar 15 menit kami melihat air terjun dari pinggir jalan bukan air terjun sih ya semacam itu lah, kita sempatkan berhenti disini .

Yang later kita ketahui ini airnya dari sulfur mungkin dari Kawah yang bocor hahaha

IMG_2307

IMG_2306

Intan muka ngantuk

IMG_2309

Lanjut setelah 25 menit akhirnya kami sampai di hotel  kembali langsung menuju resto untuk mendapatkan sarapan nasi goreng. Banyak juga yang sudah kembali ke hotel beberapa turis malah sudah mandi dan siap siap check out. Begitu pun kami setelah brekkie lanjut kekamar istirahat beserta packing kembali barang barang untuk melanjutkan perjalanan ke next Destination yaitu Watudodol Banyuwangi yang lanjut ke TN Baluran.

Bye bye Ijen see you, mungkin In Shaa Allah bisa kembali lagi bareng Cica.. Amin

Advertisements

4 thoughts on “Epic ride, in Ijen we love

  1. siiintiiiinggg…dashyaattt bangettt sihh niatnya, sampe kirim motor ke Malaangg…gelooo!
    mantab deh salut guah. terutama sama Intan
    gw sih ga bakalan mau deh nek motor sejauh itu, dari rumah ke Mangga Dua aja udah ngomel pantat tepos bok.

    hahahhaha..tob lah!

    Like

    • hahaha soalnya Jakarta – Malang udah pernah, wah elo naek motor didalem kota mah ga enak coba suruh si rangga ajak naik motor keluar kota pasti beda.si Intan aja nagih hehehehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s