Celebrating 20 years of friendship

History behind this trip:

Setelah selesai urusan di Padang yaitu mengantarkan papa ke tempat peristirahatan terakhir beliau, kami pun pulang ke Jakarta walaupun hati masih ingin stay tapi life must go on, kalau kata Intan kamu harus move on Yuf. Urusan papa didunia sudah selesai there is no what if what if anymore. Dengan berat hati meninggalkan mama di Pekanbaru karna beliau memilih untuk stay di rumah kakak dulu karna masih ada urusan yang harus di kerjakan. Berapa  hari masuk kantor  beberapa sobat dari SMA waslap atau pun bbm bahwa mau main kerumah intinya sih mau cheering me up beserta sowan ke nyokap. Karna mama ga ada, ga perlu juga ke rumah akhirnya kita setup ketemuan di PIM aja sekalian ajak anak anak dan lebih enjoy. Akhirnya ditetap kan Sabtu itu ngumpul di PIM, seperti biasa saya bawa Cica dan Intan, mau bawa siapa lagi hehehe. Cuqe pun formasi lengkap Aida, Alya dan Ammar, Wayang dengan Sisi tanpa mabel, Putu pun bisa join walau hanya dengan Rehan karna kakak Nabila sakit. Dan yang terakhir adalah kalau kita ketemu pasangannya selalu ganti ganti tapi kali ini datang sendiri yang alhamdulillah ngga ama cowo wehehe piss bro yaitu Prima.

pim

Sedikit intermezzo sebenarnya kami juga masih sering bertemu selepas lulus SMA, malah bisa di bilang malang melintang di dunia persilatan hehehe ( lebay ). Dengan segala pahit asam pahit asam kehidupan  maksudnya ga ada manisnya kehidupan kamipun masih bisa survive hahaha. The point is kita masih keep in touch each other walaupun memang dari kita beberapa bisa di bilang jarang juga alias special event aja baru berjumpa. Setelah ngalor ngidul ada ide dari Cuqe eh kita tripping bareng yuk, family trip gitu lah ntah kenapa saat itu saya juga setuju mengingat butuh hiburan nih hehe *butuh hiburan mulu. Semua juga mengiyakan boleh dan saat itu juga kita tentukan tanggal mengingat semua super sibuk even di wiken maklum lah senin – jumat macul di sawah, weekend acara keluarga sana sini jadi timing harus beneran di set pas. Ok semua agree tanggal 29 November dan langsung set destination, dimana tujuan awal adalah Pulau Pari di kepulauan seribu dengan asumsi anak anak pasti happy snorkling di laut dan bermain di pantai tapi mengingat menyebrang nya harus takes 3 jam dan menggunakan kapal nelayan tradisional dan beberapa dari ibu ibu PKK ga tahan laut hahaha. Juga dengan pertimbangan lagi musim hujan kepulauan seribu bisa 3-4 meter ombaknya akhirnya dengan terpaksa kita alihkan ketempat lain.

Dengan segala pertimbangan akhirnya di putuskan ke Batu Karas, kenapa Batu Karas Pangandaran pertama pantainya tidak scrowded pangandaran atau pantai wisata lainnnya, disini juga banyak pantai pantai yang hidden walaupun pasirnya tidak putih ya alias hitam dan coklat. Dan disini surganya water activity seperti surfing, body boarding, body rafting di sungai Green canyon atau pun sungai Citumang. Dan kemarin baru tau kalau ombaknya dipantai Batu Karas ini the best five in the world for long boarding surfing. Indonesia itu keren kan?  Hehehe. Disamping alasan alasan diatas saya pribadi sudah 2x ke Batu Karas ini waktu pertama kali riding naik motor ber lima dengan teman kantor yang salah satunya ada Cuqe juga disitu, yang kedua bareng Cica dan Intan roadtrip alias driving. Disini Cica enjoy banget begitu juga Intan menurut saya seperti Bali suasananya banyak turis mancanegara di banding local, restoran seafood yang  didepan pantai Batu Karas pun mengingatkan akan Jimbaran sebenernya sih ga segitunya tapi ya beneran cozy lah. Seperti biasa saya di tunjuk untuk bagian ngurusin sana sininya jadi intinya yang lain terima beres, om senang om bayar ngahahaha. Seminggu sebelum berangkat Putu bilang kalau dia akhirnya tidak bisa ikut karna revenue dia masih defisit dan harus manager on duty di Jumat dan Sabtu blah gimana cerita cost sudah di posting base on yang ikut buyar semua. Akhirnya cari pengganti tambahan Yogi salah satu temen SMP saya dan Cuqe beliau confirm ikut tapi bawa kendaraan sendiri. Ntah kenapa Putu bisa membalikkan revenue yang tadinya defisit menjadi achieve 200 % seperti membalikkan telapak tangan dan akhirnya dia menanyakan apakah masih ada space dan menyatakan minta ikut. Semua happy akhirnya bisa dibilang lengkap.

H Day

Sebelumnya di putuskan meeting point di Kantor Cuqe Exit 9 di bilangan Fatmawati karna sekalian yang bawa mobil bisa parkir dan titip disitu, oh iya kita memutuskan sewa ELF karna menurut pengalaman pribadi capek nyetir karna kita cuma 2 malam 2 hari karna yang 1 malam 1 harinya itu bisa di bilang di jalan. Walaupun beberapa teman insist bilang bawa mobil aja saya bilang tidak recommend. Dan jujur biar terasa suasana kekeluargaannya ceileehhhh ngumpul umpel umpelan disatu elf hehe.

Kumpul di Exit 9 Kantornya Cuqe

Exit 9

Berhubung hari itu jumat dan hujan cyinnn banyak yang mandeg sampai meeting point, Intan naik Bajaj dari kantor dari daerah blok M, Prima sudah duluan, Putu bisa di bilang cukup on time nah yang paling parah adalah pak Kresno bu Saskia baru jam 9.30 sampai. Menurut dia dari kantor sampai rumah 4 jam. Ok kita tetapkan jam 10:00 pas berangkat setelah barang sudah di packing semua ke ELF dan tidak lupa kita berdoa. Baru masuk kawasan Fatmawati menjelang pintu tol lampu belakang mobil merah semua, sepertinya semua orang berebut ingin sampai kerumah secepatnya tapi tidak dengan kami yang sangat menikmati macet saat itu dan mengarah menjauh dari hingar bingar dan kejamnya ibukota saelahhhhh *eeeaaaaaaa. Anak anak saat itu Alya , Mabel dan Cica enjoying their time dengan kebawelan mereka masing masing. Kita pun ga mau kalah saling mencela dan banyak cerita hangat didalamnya ( jijik hehehe ).

ELF

Seiring dengan waktu semakin malam mulai beberapa sibuk dengan dunia masing masing kalo Intan bilang menganyam bulu mata, tapi tidak dengan tuyul tuyul kecil yang didepan mereka masih asik bercanda walaupun sudah di ingatkan untuk tidur mengingat besok pagi langsung water activity. Plus minus naik elf bukan kendaraaan sendiri kasihan anak anak karna belum terbiasa tidur sambil duduk atau senderen jadi malam itu Cica banyak complaint tidak bisa tidur walaupun sudah berusaha. Yang akhirnya di first stop pertama di Cipularang kita ganti posisi. Perjalanan di lanjutkan terus hingga beberapa stop, biasa nature call di daerah tasik dan akhirnya kita sampai dibanjar sekitar jam 05:00 an untuk shalat subuh dan segelas teh manis beserta bala bala secukup nya ( ini sih sarapan kaleee ).

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pangandaran pak supir sepertinya sudah sedikit mengambang dan kita pun tidak berusaha menawarkan untuk menggantikan dengan alasan cuma punya sim A wahahaha. Perjalanan dari Banjar ke Pangandaran banyak kontur jalan yang sudah rusak berbeda waktu dua kali sebelumnya kesini. Bisa di bilang cukup parah anak anak mulai terbangun dan cuma bisa menikmati pemandangan dari dalam mobil saja. Banyak sawah dan beberapa bukit palingan cuma mikir gile ga sampe sampe saya  pun yang walau udah 2x kesini tetep juga berpikir yang sama kapan sampeee nyaaaa ????.

sekitar jam 8 an kita hampir memasuki kota Pangandaran seperti biasa nature call, kalau ketemu Indomart atau alfmart tolong berhenti ya pak, begitu pesan hampir semua penghuni elf ke pak supir. Sama seperti tadi di Banjar yang tadinya numpang pee doang belanja sana sini ngobrol sana sini padahal sampai ke Batu Hiu tempat kita akan sarapan masih satu jam lagi dari lokasi. Lanjut jalan lagi sang supir benar benar sudah mengambang karna disalah satu spot jalan Pangandaran – Batukaras ada lobang yang sangat besar seperti nya beliau sudah lupa cara ngerem jadi satu isi ELF terbang ke atas semua layaknya naik roller coaster hahaha.

Jam 09:00 an akhirnya sampai juga di batu hiu di sambut oleh om Gugun yaitu provider untuk water tubing dan body rafting di Batu Karas. Sebelumnya saya sudah kenal beliau waktu di trip dengan Intan dan Cica makanya kami memakai jasa beliau kembali. Saat itu di arahkan untuk breakfast ke salah satu resto atau warung ya tepatnya hehe yang juga berada di pantai Batu Hiu. Tadinya saya berpikiran makan diatas tebing di pantai batu Hiu ternyata karna kesiangan jadi ga dapet sunrisenya. Semua happy berpikiran karna sudah sampai yang ternyata kita cuma sarapan dan numpang siap siap ganti pakaian disini.

Batu hiu 1

brekkie

makan ikan

Setelah mengisi perut dengan sekenyang kenyangnya we are ready to conquer Green Canyon, padahal jujur saya ragu karna kurang tidur dan anak anak juga kurang tidur. Saya sendiri badan sempat meriang agak hangat, wah nanti bakalan 4 – 5 jam di air gimana ya sempat ada keraguan tapi hajar aja tujuannya kesini kan memang body rafting. Tidak lupa BBM Yogi kasih kabar kita ketemu di depan pintu masuk Green Canyon berhubung dia dan keluarga sudah lebih dahulu disini dari kemarin siang. Saya split disini dengan rombongan ELF alias saya naik land rovernya om Gugun biar kerasa full adventurenya cieeee, padahal sih pengen ngobrolin kesiapan nanti body rafting dan water tubingnya. Satu yang sangat saya syukuri hari itu walaupun katanya pagi nya hujan. Cuaca sangat cerah langit biru dengan awan berarakan *lebay. Dan menurut om Gugun kalau debit air bagus dan Green Canyon beneran hijau saat itu dari pagi walaupun dia tidak bisa menjamin kondisi debit dan warna air di hulu berhubung yang hujan adalah di hulu.

Lovely

lovely

Kalau malamnya atau pagi nya hujan di hulu namanya akan berubah menjadi brown canyon, debit air sangat kuat dan bahkan sering wisata ke green canyon di tutup sementara sampai air surut mengingat membahayakan pengunjung. Sambil cross our finger berharap bahwa di hulu sama dengan di bawah kondisinya akhirnya kami sampai di greeen canyon siap siap semua dan saya sempat menanyakan ke Cuqe apakah yakin membawa Alya? karna dia bilang agak ragu dan cukup takut melihat air seperti itu. Dia bilang semoga bisa karna melihat temennya yang lain seperti Cica, Mabel dan Putri. Mengingat Alya yang paling kecil diantara anak anak dan masih berumur 4 tahun kurang 2 hari.  Ok kita prepare urus pendaftaran peserta yang ikut tidak lama juga Yogi datang beserta mba Aty dan Putri. Prepare semuanya akhirnya kita semua naik ke mobil pick up untuk di potong *eh menuju tempat persiapan.

pick up

Sekitar setengah jam dari tempat persiapan tadi kita menuju hulu sungai dengan sedikit offroad sampai kesalah satu puncak bukitnya. Disini berhubung banyak anak kecilnya kita mendapatkan 6 pemandu atau guide yang Insya Allah saya befikir anak anak lebih di utamakan untuk di jaga.

Sampai di Hulu pun ada sedikit briefing dari pemandu tentang tata cara dan sedikit pemanasan agar tidak terlalu kaget badan untuk beraktifitas. Disini Alya sudah mulai cranky karna melihat medan offroad tadi pikiran dia berenang ya di kolam renang bukan seperti ini.  Walaupun dia belum melihat bentuk sungainya. Jujur saya pribadi sudah mulai worry juga tapi Cuqe tetap insist mengajak Alya, semoga dapat feelnya begitu dibawah.

Landy

IMG_3066

IMG_3070

Oke akhirnya kita menuruni bukit menuju sungainya, nah sepanjang jalan ini Alya udah mulai cranky. Cica juga kadang lebay masih tidak bisa turun lewat tebing tebing kecil tapi tidak begitu dengan Mabel dengan ganasnya dia tidak mau dipegangi oleh orang tuanya dia asik berjalan menuruni bukit sendirian walaupun tetap ada pemandu disampingnya. Inilah yang seharusnya kita ajarkan ke anak anak kita bermain dan belajar mencintai alam. Jujur orang tua sekarang banyak bisa dibilang tiap weekend hanya mengajak anak tour de mall ( yeahhh talk to your self Yuf ). But seriously anak jaman sekarang begitu dimanjakan dengan fasilitas mall, ipad, iphone or what ever it is beda sekali dengan jaman kita ( kita ? lo doang kali Yuf ) hahaha. Well I agree kalau kita semua pencinta kenyamanan dan keamanan tapi apakah hidup begitu indah dengan cuma kenyamanan dan keamanan? Tidak ada sisi adventure didalamnya yang membuat hidup lebih hidup ( apa sih Yuf semakin ga jelas ) hehehe. Well the point sih intinya insya Allah pengennya lebih banyak mengenalkan alam terhadap anak walaupun ke mall itu perlu lah sekali sekali hihihihi.

Tracking

IMG_3086

Here comes the river

IMG_3088

Mabel yang adventure addictIMG_3089

we are family

IMG_3094

Yogi , mba Aty and Putri

IMG_3095

Alya mulai cranky

IMG_3098

Akhirnya setelah 15 – 20 menit kita menuruni bukit sampailah di bibir atau pinggir sungai. Alhamdulillah airnya begitu hijau dan bening langit biru diatas pun menemani kami siang itu. Bisa di bilang kita pas mulai jam 11:00. Disinilah mulai puncaknya Alya histeris karna begitu melihat sungai yang cukup besar dan tidak bisa terlihat dasarnya walaupun saat itu cukup bening. Tubing diturunkan untuk anak anak beserta mama nya kami pun mulai bersiap siap untuk mengarungi sungai Green Canyon. Saking histerisnya Alya saat itu sampai bilang dan marah marah ke Cuqe Abi nakal Abi Jahat wahahaha semoga Alya tidak trauma ya. Nasi sudah menjadi bubur saelahh tidak mungkin untuk mundur Cuqe dan kita semua berusaha untuk menghibur Alya menegaskan bahwa aman dan lucuk ( apa coba ) kita biarkan Cica, Mabel dan Putri terlebih dahulu menggunakan tubing agar Alya bisa melihat bahwa everything is ok. Tapi later selama mulai dari awal sampai finish kurang lebih 4 jam di sungai kita mendengar tangisan dan jeritan Alya yang ngambeg hahahaha. Kesian deh bapak nya paling yang ga bisa enjoy sementara yang lain berasa single semua alias lupa daratan hihihihi.

adventure begin

IMG_3100

My wife my adventure

IMG_3104

Kiddos

IMG_3113

Adventure is out there

IMG_3117

Ok mulailah kami memasuki titik awal dari body rafting, semua masih merasa enjoy karna arus pun masih tenang, dan melewati beberapa jeram yang bisa di bilang masih ringan. Tapi harus tetap waspada karna dibawah dan pinggir pinggir pun banyak batu dan bahayanya adalah batu karang yang bisa merobek lengan kaki dengkul atau semua di badan kita.

Dan Dari mulai titik ini sampai finish ada beberapa spot untuk lompat untuk menguji adrenaline kita mulai dari satu meter , dua meter hingga yang terakhir adalah 7 meter yaitu batu payung.

Berikut saya gambarkan dengan foto foto saja ya, walaupun mungkin di foto arusnya terlihat kecil dan ketinggiannya tidak seberapa. Silahkan mencoba sendiri baru bisa tahu seperti apa aslinya hehehe. Karna Intan pun di satu spot jeram terlepas oleh pemandunya jadi hanyut banyak menghantam batuan dan karang kebawah hehehe.

IMG_3123

Pak Kres flying

IMG_3127

Bang Putu Happy face puas banget kayanya mukanya hehehe

IMG_3139

Ga ketinggalan dong Intan harus lompat juga

IMG_3157

Nah ini berdua yang lucu prima sama ade istrinya putu di yang dua meter ini ga mau lompat tapi di yang batu Payung 7 meter malah lompat, mana liat dong gaya turunnya prima ihhhhhhh amit amit cyinnn eiken jadi temen yey

IMG_3161

Selanjutnya kita flow terus sampai kebawah mengikuti arus bisa di bilang jeram dan kondisi arus masih sangat bersahabat walaupun tetap harus hati hati dan tentu tetap foto foto hehehe. Dan di suatu spot saya berbarengan dengan Intan, Prima dan Yogi karna ketinggalan oleh yang lainnya akibat kebanyakan session foto foto. Disini tebing green canyon begitu indahnya kita cuma selonjoran di dalam air  membiarkan diri terbawa arus dan menghadap ke atas menikmati langit biru beserta air terjun kecil yang banyak di tebing tebing. Tiba tiba Yogi ngomong, Gila ya, kok tuhan iseng banget bisa bikin tempat kaya gini ? Hahahaha parah.

IMG_3180

IMG_3192

IMG_3224

IMG_3236

Akhirnya kita sampai disalah satu tempat di pertengahan jalan menuju finish, disini kita break beserta ngemil agar perut tidak kosong terutama untuk anak anak. Berbagai cerita kehebohan dari titik awal keluar semua. Semua merasa gila men, it’s awesome dan Putu pun bilang gue pikir bakalan boring loh ternyata it’s rock man hahaha. Semua happy tapi ada satu yang mengganjal di hati, Dede Alya masih terdiam, dia satu satunya yang masih tidak bisa menikmati sungai green canyon ini. Poor kakak Alya :).

IMG_3269

Oke kita harus lanjut terus karna hari semakin siang perut minta di isi main course, sekedar cemilan cuma ngelitikin aja. Akibat kelaparan oleh adrenaline dan fisik. Ternyata setelah istriahat ini adalah rintangan yang terberat saudara saudara dimana banyak Jeram yang terlalu deras dan batu karang yang tidak bisa kita lewati. Baik itu dengan tubing atau pun berenang mengikuti arus. Kalau pun nekad ya siap siap badan robek robek atau luka luka. Puncaknya adalah di satu titik kita harus naiki tebing untuk melewati jeramnya. Nah disini ada satu spot namanya blender sebutan untuk provider body rafting. Awalnya kita tidak aware akan tetapi ada rombongan lain yang terjun disitu. Ntah kenapa tiba tiba Putu ikutan di ikuti oleh Wayang. Dan juga Prima. Jujur kalau melihat ketinggiannya sih ga seberapa karna cuma 3 meter dari atas. Tapi disini saya sempat ragu tapi harga diri saya kemana melihat Prima yang terjun duluan. Kalau saya ga ikutan apakah tidak tercabik cabik harga diri wehehehehe.

Akhirnya saya mengikuti jejak mereka lompat dan timbul ke permukaan, tidak lama lagi masuk ke jeram yang arus nya sangat deras, nah ternyata challengenya adalah disini ketika timbul dari permukaan sebelumnya cuma 1 detik kemudian kita di gulung kedalam arus yang didalamnya jujur buat saya lama sekali tidak muncul ke permukaan, Ini toh yang namanya blender jadi kita di putar putar didalam arus didalam kalau menurut saya lebih dari 10 detik. Walaupun mata saat itu merem tapi kematian rasanya begitu dekat, karna sepertinya tidak muncul muncul ke permukaaan. Sempat dalam hati ya Allah mokat gue hahahaha. Dan alhamdulillah akhirnya timbul juga di permukaan di pegang oleh pemandu dan di berikan tepuk tangan dan teriakan ibaratnya habis menang di moto GP halaghhh apa coba hahaha. Disini perut saya kram baru seumur hidup suatu activity yang membuat perut saya kram. Berbagai cerita heroik terlontarkan oleh kawan kawan yang duluan terjun. Sama seperti saya serunya di blender didalam air yang tak kunjung muncul di permukaan hehehe.

IMG_3286

IMG_3313

IMG_3315

IMG_3319

IMG_3330

Setelah bersusah payah melewati beberapa tebing yang curam akhirnya sampailah kita semua di finish line body rafting green canyon, yaitu batu payung. Batu Payung ini begitu terkenal karna puncak dari adrenaline body rafting di green canyon. Mungkin terlihat dari bawah ah ga seberapa tingginya, padahal tingginya kurang lebih 7 meter dari permukaan air. Apalagi kalau kita berada diatasnya dan melihat kebawah, untuk orang yang phobia ketinggian seperti saya ini benar benar membuat menderita. Dan sekali lagi hampir harga diri saya tercabik cabik karna Prima ikut menyusul Putu dan Wayang untuk melompat dari batu Payung. Putu dan Wayang berhasil dengan manisnya di ikuti oleh Prima yang menyusul juga dengan beraninya. Tinggal saya yang posisi dibawah belum juga naik. Akhirnya saya memberanikan diri untuk naik sampai atas, akan tetapi begitu diatas perasaan untuk mundur besar sekali. Di kejauhan teriakan ibu ibu dan anak anak apalagi teriakan Cica ayo ayah ayo ayah. Shit men harga diri didepan anak masa ayahnya ga sanggup hahahaha. Akhirnya ancang ancang mencoba sambil berlari tapi begitu mendekati pinggir batu malah melihat kebawah yang justru ini adalah kesalahan terbesar. Membuat saya sedikit mengerem dan menjadikan bukan seperti orang melompat tapi seperti orang jatuh hahahaha. At least bisa melewati ini mendarat dengan manis. Semua bertepuk tangan walaupun jujur kurang pas lompatnya tapi at least passed batu payung hehehe. Sementara Prima dan Wayang mengulang yang kedua kalinya tiba tiba sewaktu kita berkumpul di batu peristirahatan Yogi bergumam ke Putri ” maaf kan ayah ya nak “, Bebek ayah belum ratusan outlet, hahahaha semua tertawa karna sepertinya dari hati yang paling dalam. Masalah harga diri mennnnn!!!. Dan yang ga disangka sangka adalah ade istrinya putu ikutan lompat juga, luar biasa padahal dari titik awal selalu menggunakan tubing.

IMG_3360

IMG_3343

IMG_3357

Akhirnya semua finish kita menunggu perahu untuk menjemput kita ke tempat transit. Disini langsung makan gorengan dan pesan pop mie beserta teh manis yang rasanya begitu nikmat. Sambil menunggu perahu yang menjemput untuk ke dermaga berikutnya banyak cerita heroik dan adventure wehehehe. Happy begitu melihat mereka satisfied banget dengan body rafting ini walaupun Cuqe tidak bisa menikmatinya at least Alya adalah anak termuda yang pernah body rafting di Green Canyon.

Akhirnya kita sampai di dermaga wisata green canyon, lanjut makan siang yang sudah di siapkan oleh provider.

Setelah selesai kami pun menuju ELF yang sudah menunggu, dan lanjut ke penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya yaitu homestay Stefanny. Dibilang homestay ngga juga sih mungkin lebih ke villa karna ada 4 kamar dengan 2 kamar ac, dan tersedia air panas beserta wi fi yang tidak tahu passwordnya dan juga indovision yang cuma 3 saluran wahahaha.

Disini semua mulai berebut kamar mandi karna kita mau mengejar sunset-an di Pantai Batu Karas berhubung waktu sudah sangat mepet dan anak anak masih belum puas bermain air. Mereka masih menagih janji untuk main pasir dan body board di pantai. Sebenarnya di Batu Karas ini tidak ada sunset karna arahnya berbeda tidak seperti di Pangandaran. Tapi kalau cuaca bagus kadang kita bisa mendapatkan refleksi orangenya saja. Nah berhubung kita sudah telat baru sampai menjelang jam 06:00 sore. Jadi cuma bisa foto foto disini, seperti biasa foto foto dengan bergaya stupid dan tidak lupa foto foto keluarga hehehe.

IMG-20131208-WA004

IMG-20131208-WA005

IMG_6051IMG-20131208-WA006

IMG-20131208-WA014

Setelah gelap balik lagi ke homestay, malam ini kita dinner beserta BBQ an. Rencana awal memang di pantai, akan tetapi sepertinya lebih baik di homestay mengingat kita sudah lelah dengan activity hari ini dan perjalanan semalam. Sayangnya pihak provider bilang alat BBQ nya tidak moveable mau tidak mau tetap dipantai, jadi sekitar jam 07:00 an kembali menuju pantai beserta semua anak anak. Disini mulai dinner dengan ikan yang rasanya fresh sekali beserta cumi dan udangnya yang luar biasa. Ditutup dengan semangka di iringi dengan deburan ombak saelahhhhh. Memang kebetulan pas dipinggir pantai. Obrolan berlanjut dan semakin malam dengan sharing tips tips dari pengusaha bapak Yogi Bebek hehehe. Tidak lama ibu ibu memulangkan anak anak dulu ke homestay untuk tidur kalo tidak udah pasti cranky semua hahaha. Kami pun berlanjut dengan obrolan dari yang ringan sampai yang berat.

IMG-20131208-WA010

IMG-20131208-WA013

Masak bebek berhenti dulu, lagi side job an dulu

Akhirnya malam itu kita akhiri dengan kembali ke homestay, untuk Yogi dia ke Javacove, karna memang stay disitu selama 2 malam. Di Homestay saya, Intan, Sisi, Ade,  Putu dan Wayang melanjutkan obrolan obrolan kita yang juga tidak lama bertahan karna sudah terlalu lelah. Disini kita memutuskan untuk melakukan tidur bersama, maksudnya karna kamar yang satu sudah di book Cuqe beserta keluarga tinggal satu kamar yang ber AC. Jadi kita pindahkan kasur ke dalam kamar yang tinggal satu itu jadi 3 pasang keluarga di dalam satu kamar meninggalkan prima diruang tengah beserta pak supir. Gang bang hahahaha.

Minggu 1 december 2013
Beberapa orang sudah bangun seperti Prima, sisi dan Wayang mereka ceritanya mau hunting sunrise. Wayang pun mencoba membangunkan semua isi rumah termasuk saya, tapi apa daya mata terlalu berat hahaha. Saya bilang duluan aja ntar nyusul tapi dalam mimpi hehehe. Konon sunrise yang dikejar tidak ada alias kealingan awan hahaha. Tidak lama seisi rumah sudah mulai bangun dan yang hunting sunrise pun sudah kembali dan melakukan 7 mins work out luar biasa, dan saya pun mencoba ikutan walau ngos ngosan. Sambil menunggu breakfast agenda pagi ini adalah ke pantai Batu Karas untuk bermain surfing ceilehh, nganterin anak anak main body board sih tepatnya. Begitu selesai sarapan kami langsung menuju pantai seperti biasa Cica sudah heboh dengan body boardnya begitu juga mabel, alya lebih memilih bermain pasir. Sementara babeh babehnya duduk menikmati “pemandangan” abg abg yang bertengtop dipinggir pantai ihiyyyy ( mumpung emak emaknya di homestay semua ).

1474622_10202629654091706_1150644862_n

IMG-20131208-WA012

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sekitar jam 11 an kita memutuskan selesai karna harus pulang ke Jakarta holiday is over, but not yet karna sambil jalan pulang kita mau mampir ke pantai Madasari yang cukup famous di Batukaras. Walaupun melawan arah ga papa deh sekalian jalan. Semua beres beres dirumah packing semua barang termasuk masukin ke dalam ELF. Pas jam 12:00 siang kita siap untuk berangkat, sayangnya Yogi tidak bisa ikutan karna putri badannya sudah mulai panas kita berpisah disini.

2x ke Batukaras belum pernah mendengar pantai Madasari, kenapa sekarang orang bilang ini bagus. Rasa penasaran inilah yang membuat saya berpikir harus mengunjungi, dengan persetujuan teman teman tentunya. Akhirnya kita menuju Pantai Madasari jalan relatidf mulus menuju arah Cikatomas dan menempuh waktu kurang lebih 45 menit sepanjang jalan kita menyusuri aspal sebelah pantai, dan sepanjang jalan pula kita melihat runtuhan bekas tsunami Pangandaran termasuk rumah rumah penduduk. Akhirnya kita sampai, pantai ini tergolong sangat sepi mungkin karna belum banyak yang tahu dan juga belum terexpose. Konturnya seperti tanah lot ada pulau di pinggirnya dan ada laguna dimana karang dihantam oleh ombak, disini banyak menjadi object foto ketika ombak datang. Seperti biasa ibu ibu dan bapak bapaknya melupakan anak anak mereka karna sibuk foto foto biar exist hahaha. Dan kita pun diajak naik kebukitnya oleh om Gugun dan om Rulan untuk melihat dari atas. Saya bilang pantai ini mirip dengan pantai di Pacitan yaitu pantai Klayar karna typicall pantai selatan. Dan lagi para orang tua sibuk sekali foto post-wedding mungkin waktu mau married pada ngga pre-wed foto ihihihihihi.

IMG_6161

IMG-20131208-WA007

IMG-20131208-WA008

IMG-20131208-WA011

Selesai foto foto kita putuskan untuk sekalian makan disini, kebetulan memang bisa pesan ikan bakar beserta nasi liewat dan juga sambel setannya yang luar biasa pedasnya. Ikan disini sangatlah segar, manis dan gurih sangat berbeda dengan ikan ikan yg dijakarta. Pesanan kita sudah datang disajikan dalam bentuk bancakan atau bisa disebut senampan plastik ramai ramai bisa sampai 5 orang. Ditengah brutalnya kami memangsa ikan beserta sambelnya tiba tiba Putu bergumam gile men ikannya fresh banget, kaya langsung dari laut. Semua terdiam tiba tiba ntah siapa yang ngomong helooooowwww, emang dibelakang ye itu apa? Danau? Wahahahahaha. Tag line ikannya fresh melekat ke Putu sampai kita pulang ke Jakarta.

IMG-20131208-WA003

Selesai makan kita bereskan administrasi dan pamitan dengan om Rulan dan om Gugun. Perut kenyang capek sudah pikiran saat itu yang penting sampai rumah selamat, walaupun sampai nya jam berapapun. Pas jam 04:00 sore kita bergerak dari pantai Madasari menuju ibukota yang siap kami taklukan kembali ceileeehhhh. Pokoknya mau tidursisanya  urusan pak supir deh hehehe. Alhamdulillah kami semua selamat sampai dirumah masing masing sekitar jam 03:00 dini hari. Ini first trip saya pribadi dan teman teman yang bersama sama, Insya Allah dan semoga  akan ada trip trip lain menyusul amin.

7 thoughts on “Celebrating 20 years of friendship

  1. Knp gw ngak perna jalan sendiri atau ber 2 atau ber 3 ???? Karena rame2 bareng sahabat itu jauh lebih seru hehehe. Seperti perjalanan mas yufi ini jadi lebih hidup karena semua bisa kumpul berbaur. Meskipun kadang ada kendalan tp dinikmati aja 😉

    Baca tulisan ini Jadi kangen temen2 dikampung dulu, bisa di bilang dah jarang ngumpul kecuali lebaran. Dan itupun kalo gw mudik tp dah 4 th gw milih ngak mudik saat lebaran hahahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s